Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Salon Kambing di Banjarnegara Ramai Jelang Iduladha, Meski Penjualan Turun di Tengah Tren Sapi Kurban

Salon kambing diserbu jelang iduladhaSalon kambing diserbu jelang iduladha

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Jelang Hari Raya Iduladha 1446 H, geliat pasar hewan mulai terasa di berbagai wilayah. Namun, pemandangan tak biasa terlihat di Pasar Hewan Petambakan, Banjarnegara. Bukan hanya transaksi kambing yang menjadi sorotan, tetapi juga kehadiran jasa unik yang mendadak diburu: salon kambing.

Sosok di balik jasa ini adalah Anto Sungu, warga Desa Karangkobar. Sejak pagi buta, pria paruh baya ini sibuk melayani antrean kambing yang siap dipoles.

Mulai dari mencukur bulu, memotong kuku, menyemir tanduk, hingga membentuk lekuk tubuh hewan agar tampil menarik di mata calon pembeli.

“Selain kesehatan dan bobot, banyak juga yang memperhatikan penampilan kambing. Jadi banyak juga yang menggunakan jasa saya ini,” ujar Anto, saat ditemui Rabu (4/6).

Ia mematok tarif bervariasi. Untuk paket lengkap, mulai dari kepala hingga kaki, biaya yang dikenakan sebesar Rp 50 ribu per ekor. Sedangkan untuk layanan tertentu saja seperti kuku atau tanduk, cukup membayar Rp 20 ribu.

“Kalau paket lengkap itu ya semuanya saya tangani. Bulunya saya cukur rapi, tanduk saya bentuk, saya semir juga biar mengkilap,” katanya sambil tersenyum.

Permintaan jasanya meningkat drastis menjelang pelaksanaan kurban. Dalam sehari, Anto bisa menangani hingga 30 ekor kambing, dua kali lipat dibanding hari biasa yang berkisar antara 10 hingga 15 ekor.

Ia bahkan sering dipanggil langsung ke kandang, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk memenuhi permintaan.

Bagi peternak, jasa ini bukan semata soal estetika. Penampilan rapi memberi nilai tambah yang signifikan dalam proses jual beli. Nasir, peternak asal Batur, rutin menggunakan jasa Anto dan mengaku terbantu.

“Kalau sudah dipermak, kambing jadi kelihatan bersih. Tanduknya juga rapi, jadi tidak membahayakan kambing lain. Kadang kalau tanduk dibiarkan, bisa melukai kepala kambing sendiri,” terangnya.

Turman, peternak lainnya, mengamini hal itu. Menurutnya, daya tarik visual langsung berpengaruh pada harga.

“Kalau sudah rapi, bersih, kelihatan gagah, ya otomatis harganya bisa naik. Pembeli itu sekarang jeli, bukan cuma lihat bobot tapi juga kuku dan tanduk,” jelasnya.

Namun berbeda dengan hiruk pikuk di salon kambing Banjarnegara, kondisi di beberapa pasar kambing di Banyumas justru menunjukkan tren yang bertolak belakang.

Di Pasar Hewan Sumpiuh misalnya, penjualan kambing menjelang Iduladha justru menurun dibanding tahun lalu.

Asep Abdurrohman, pedagang kambing senior di pasar tersebut, menyebut bahwa tahun ini banyak masyarakat yang beralih berkurban menggunakan sapi.

“Permintaan kambing untuk kurban tahun ini menurun drastis dibanding tahun lalu. Orang yang kurban pada pindah ke sapi,” ungkap Asep.

Meski harga kambing cenderung stabil, minat beli masyarakat belum menguat.

Camat Sumpiuh, Ahmad Suryanto, yang memantau langsung aktivitas pasar bersama tim kecamatan, menyampaikan bahwa stok kambing masih melimpah.

“Stok kambing di pedagang masih tersedia banyak,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi hewan kurban secara umum dalam keadaan sehat. Kambing yang dijual dalam kondisi aktif dan bersih, dengan pengawasan rutin dari dinas terkait.

Sementara itu, dari sisi pedagang, geliat tetap terlihat. Agus Haryanto, pengelola Pasar Sumpiuh, menyatakan bahwa jumlah pedagang kambing justru mengalami peningkatan signifikan menjelang Iduladha.

“Jumlah pedagang kambing naik dibanding hari pasaran biasa. Karena itu, retribusi pasar juga ikut naik sekitar 50 persen,” paparnya.

Ia menambahkan, tak sedikit pedagang yang datang dari luar daerah seperti Cilacap dan Kebumen. Pasar Sumpiuh sendiri digelar rutin setiap Rabu dan Sabtu.

Meskipun transaksi belum seramai tahun lalu, perputaran pedagang tetap memberikan efek ekonomi lokal yang tidak bisa diabaikan.

Di tengah lesunya penjualan kambing, geliat jasa pendukung seperti salon kambing justru menunjukkan bahwa kreativitas dan nilai tambah bisa menjadi solusi di tengah tantangan pasar. (jud/fij/stch)

Berita Sebelumnya
Kriteria Peserta Wajib Ikut Pra-Pendaftaran SPMB Jakarta 2025

Informasi Terbaru Jadwal SPMB Jateng 2025 untuk Calon Siswa

Berita Selanjutnya
Proses seleksi beasiswa lembaga pengelola dana pendidikan (lpdp) tahap 1 tahun 2025 kini sudah memasuki tahap akhir

Informasi Lengkap LPDP 2025: Jadwal Lengkap, Cara Cek, dan Tahapan Lanjutannya