BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H, perhatian publik tertuju pada seekor sapi berukuran jumbo milik seorang petani lokal di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Sapi dengan bobot lebih dari satu ton ini terpilih sebagai hewan kurban bantuan masyarakat (banmas) yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sapi milik Amin Sutoyo tersebut, setelah ditimbang 50 hari yang lalu, menunjukkan berat mencapai 1 ton 80 kilogram (kg).
Dengan perawatan intensif yang diberikan hingga menjelang hari penyembelihan, bobot sapi ini diperkirakan dapat mencapai lebih dari 1,2 ton.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan KP) Banjarnegara, Agung Yuwono menjelaskan bahwa sapi dengan bobot di atas satu ton memiliki nilai yang jauh berbeda di pasar.
“Untuk sapi di bawah satu ton, harganya tentu lebih rendah. Sementara yang di atas satu ton ini sudah kategori istimewa,” ujarnya.
Amin sendiri membanderol sapi tersebut dengan harga Rp 120 juta, angka ini sudah termasuk biaya perawatan yang dikeluarkan hingga hari H penyembelihan.
Keunikan sapi ini bukan hanya terletak pada bobotnya yang besar. Jenis dan penampilan sapi tersebut juga menarik perhatian.
Sapi ini merupakan hasil persilangan antara Simental dan Charolais asal Prancis, yang dikenal dengan ciri khas warna keemasan yang jarang ditemui di daerah tersebut.
Postur tubuhnya pun terlihat kekar, dengan otot paha belakang yang menonjol, menyerupai sapi Belgian Blue.
Menurut Agung Yuwono, “Jenisnya memang cukup unik dan jarang, dengan kualitas fisik yang sangat baik.”
Rencananya, sapi banmas tersebut akan disalurkan untuk kurban di wilayah-wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah-daerah dengan tingkat ekonomi rendah di Banjarnegara.
Proses pemilihan hewan kurban ini menjadi bagian penting dalam upaya membantu masyarakat kurang mampu pada saat perayaan Iduladha.
Sejak sapinya terpilih untuk menjadi banmas, Amin semakin meningkatkan perhatian dan perawatan terhadap hewan kesayangannya itu.
Kebersihan kandang dijaga ketat dan pakan berkualitas diberikan secara rutin untuk memastikan kesehatan sapi tetap optimal.
Selain itu, tambahan vitamin dan jamu herbal juga diberikan untuk menjaga stamina sapi agar tetap prima menjelang penyembelihan.
“Bahkan yang boleh masuk kandang saya batasi, tidak sembarang orang. Saya ingin sapi tetap sehat sampai hari penyembelihan,” jelasnya.
Meskipun merasa bangga karena sapinya terpilih sebagai hewan kurban bantuan masyarakat dari presiden, Amin tidak dapat menyembunyikan rasa haru di hatinya.
Dia merasa sedih karena harus berpisah dengan sapi yang telah lama dirawatnya itu.
“Sedih karena harus berpisah, tapi ini juga kebanggaan. Dulu saya hanya bermimpi sapi saya bisa dipilih, ternyata sekarang benar-benar terwujud,” ungkap Amin penuh emosional.
Sementara itu, Dinas Pertanian setempat mengapresiasi pemilihan sapi jumbo ini sebagai bagian dari program banmas dari pemerintah pusat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan hewan kurban bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
Pengadaan hewan kurban berkualitas tinggi seperti sapi jumbo ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat saat merayakan Iduladha.
Pentingnya menjaga kesehatan hewan kurban menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program kurban ini.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah dan petani lokal seperti Amin Sutoyo memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa setiap kegiatan penyembelihan dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan hewan serta syariat Islam.
Perayaan Iduladha merupakan momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk berbagi kepada sesama melalui kurban.
Tradisi ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama umat manusia.
Dengan adanya program banmas dari Presiden Prabowo Subianto ini, harapan akan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud lewat daging kurban yang disalurkan kepada keluarga-keluarga kurang mampu. (far/stch/dda)
















