BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Mulai 1 Februari 2026, Dakota Cinema Kroya yang telah menjadi pusat hiburan bagi masyarakat di Kecamatan Kroya dan sekitarnya, resmi menghentikan operasionalnya.
Keputusan penutupan ini mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar film yang selama ini kerap menghabiskan waktu untuk menikmati beragam tayangan layar lebar di bioskop tersebut.
Hingga saat ini, pihak manajemen Dakota Cinema belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan penutupan.
Sebagian pihak berspekulasi tentang berbagai kemungkinan penyebab, namun tidak ada konfirmasi pasti yang dapat diperoleh.
Informasi dari lokasi sekitar menunjukkan bahwa suasana di area bioskop memang lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Seorang pengelola parkir yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa penurunan jumlah pengunjung sudah mulai terasa sejak tahun lalu.
“Memang dari tahun kemarin pengunjung sudah mulai sepi. Sekarang makin terasa karena sudah tidak ada aktivitas bioskop,” ujarnya pada Minggu (1/2).
Kondisi ini disesalkan oleh warga setempat, termasuk Yazid, seorang penduduk Kroya yang sering berkunjung ke Dakota Cinema.
Yazid menyatakan kekecewaannya atas penutupan tersebut karena merasa kehilangan pilihan hiburan yang mudah dijangkau tanpa harus pergi ke kota lain.
“Biasanya kalau mau nonton tidak perlu jauh-jauh ke kota. Sekarang kalau mau nonton film harus keluar Kroya,” tuturnya kepada awak media.
Dakota Cinema selama ini menjadi satu-satunya bioskop di wilayah Kroya yang menyediakan hiburan layar lebar bagi masyarakat setempat.
Keberadaannya selama tujuh tahun terakhir telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya di daerah tersebut.
Banyak warga berharap ada solusi atau alternatif lain agar akses terhadap hiburan serupa tetap tersedia di kawasan mereka.
Penutupan ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi industri bioskop di era digital saat ini.
Perubahan perilaku konsumen menuju platform streaming online mungkin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberlangsungan bisnis bioskop kecil seperti Dakota Cinema.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan preferensi konsumen, bioskop-bioskop tradisional menghadapi tekanan untuk beradaptasi atau menghadapi risiko serupa dengan Dakota Cinema Kroya.
Penting bagi para pelaku industri untuk terus berinovasi dan menemukan cara menarik kembali minat penonton ke layar lebar.
Namun demikian, hilangnya Dakota Cinema meninggalkan kekosongan nyata dalam opsi hiburan lokal, menyoroti perlunya dukungan terhadap infrastruktur budaya dan hiburan di daerah-daerah kecil seperti Kroya. (jul/stch/dda)
















