BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama akan segera dibuka pada Senin, 19 Januari 2026.
Informasi ini menjadi perhatian banyak orangtua dan siswa karena TKA menjadi salah satu instrumen penting dalam pemetaan capaian akademik peserta didik di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Instagram resmi @litbangdikbud pada Selasa (13/1/2026), pendaftaran TKA jenjang SD dan SMP akan berlangsung cukup panjang.
Masa pendaftaran tersebut dibuka mulai 19 Januari dan akan ditutup pada 28 Februari 2026, sehingga sekolah dan peserta didik memiliki waktu yang relatif cukup untuk melakukan persiapan administrasi.
“Pendaftaran 19 Januari – 28 Februari 2026,” demikian keterangan yang tertulis dalam unggahan resmi tersebut, Selasa.
Setelah tahapan pendaftaran berakhir, peserta TKA akan mengikuti simulasi sebagai bagian dari pengenalan sistem dan bentuk ujian.
Simulasi TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, sedangkan untuk jenjang SD sederajat akan dilaksanakan pada 2 hingga 8 Maret 2026.
Tahapan selanjutnya adalah gladi bersih yang bertujuan memastikan kesiapan teknis dan nonteknis sebelum ujian utama digelar. Gladi bersih TKA akan dilaksanakan mulai 9 hingga 17 Maret 2026 untuk seluruh jenjang yang mengikuti tes tersebut.
Pelaksanaan utama TKA kemudian dijadwalkan pada waktu yang berbeda antara SMP dan SD. Untuk jenjang SMP, ujian utama akan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026.
Sementara itu, siswa SD sederajat akan mengikuti TKA pada 20 hingga 30 April 2026 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Bagi peserta yang berhalangan mengikuti ujian utama, pemerintah juga menyiapkan jadwal ujian susulan. Pelaksanaan TKA susulan akan digelar pada 11 hingga 17 Mei 2026 agar seluruh peserta tetap memiliki kesempatan mengikuti asesmen tersebut.
Setelah seluruh rangkaian ujian selesai, hasil TKA akan memasuki tahap pengolahan. Proses pengolahan hasil tes dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026 sebelum akhirnya diumumkan secara resmi kepada publik.
Pengumuman hasil TKA untuk jenjang SD dan SMP direncanakan dilakukan pada 24 Mei 2026. Tanggal ini menjadi momen penting bagi sekolah dan orangtua untuk melihat gambaran capaian akademik siswa berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Selain jadwal pelaksanaan, materi TKA juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh peserta didik. Untuk jenjang SD dan SMP, mata pelajaran yang akan diujikan dalam TKA adalah Matematika dan Bahasa Indonesia, yang keduanya menitikberatkan pada kemampuan berpikir dan pemahaman konsep.
Dalam unggahan yang sama di akun @litbangdikbud, dijelaskan bahwa soal-soal TKA untuk jenjang SD dan SMP tidak disusun dalam bentuk hafalan semata. Soal dirancang untuk menguji kemampuan bernalar, memahami konteks, serta menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi.
Struktur soal TKA untuk jenjang SD dan SMP terbagi menjadi dua bentuk utama. Struktur pertama adalah soal tunggal, yaitu soal yang berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan soal lain sehingga dapat dijawab secara mandiri oleh peserta.
Struktur kedua adalah soal grup, yakni sekumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama. Stimulus tersebut dapat berupa satu teks bacaan, tabel, grafik, atau informasi visual lain yang harus dianalisis sebelum menjawab beberapa pertanyaan sekaligus.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga kembali menegaskan bahwa soal-soal TKA bukanlah soal hafalan. Penekanan ini diberikan agar proses belajar siswa lebih berfokus pada pemahaman dan penalaran, bukan sekadar mengingat materi.
Bentuk soal TKA sendiri terbagi ke dalam tiga jenis yang perlu dipahami oleh siswa. Jenis pertama adalah pilihan ganda sederhana, yaitu soal dengan satu jawaban benar yang harus dipilih dari beberapa opsi yang tersedia.
Jenis kedua adalah pilihan ganda kompleks, di mana soal dapat memiliki satu jawaban benar atau lebih dari satu jawaban benar. Pada jenis soal ini, peserta diwajibkan memilih seluruh opsi yang dinilai benar sesuai dengan perintah soal.
Jenis ketiga adalah pilihan ganda kompleks model kategori. Dalam bentuk soal ini, peserta diminta merespons beberapa pernyataan secara terpisah, misalnya dengan menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah, atau sesuai dan tidak sesuai dengan stimulus yang diberikan.
Dengan memahami jadwal, tahapan pelaksanaan, serta jenis dan struktur soal TKA, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang.
Informasi ini juga dapat menjadi acuan bagi orangtua dan sekolah dalam mendampingi proses belajar siswa menjelang pelaksanaan TKA 2026. (fam)
















