Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Siswa SMAN 3 Cilacap Raih Prestasi di PSCS Junior dan Kompetisi Sains
Jorge Martin Kesulitan di MotoGP Aragon, Aprilia Kehilangan Traksi di MotorLand

Jorge Martin Kesulitan di MotoGP Aragon, Aprilia Kehilangan Traksi di MotorLand

Jorge Martin: Aragon Jadi Balapan TersulitJorge Martin: Aragon Jadi Balapan Tersulit
Pembalap Aprila, Jorge Martin

BANYUMASEKSPRES.ID, MOTORLAND – Jorge Martin menjalani akhir pekan yang cukup sulit pada MotoGP Aragon 2026.

Pembalap Aprilia tersebut gagal menunjukkan performa seperti yang sebelumnya ditampilkan di Silverstone.

Salah satu kendala utama yang dirasakan Martin sepanjang akhir pekan di MotorLand Aragon adalah minimnya traksi atau grip pada motor Aprilia RS-GP yang dikendarainya.

Juara MotoGP 2024 itu harus puas finis di posisi kelima pada balapan utama. Hasil tersebut cukup jauh dari persaingan podium dan berbeda dengan penampilan impresifnya di Silverstone tiga pekan sebelumnya.

Saat tampil di Silverstone, Martin mampu merebut pole position, memenangkan sprint race, dan finis di posisi kedua pada grand prix.

Namun, performanya berubah ketika menghadapi karakteristik lintasan MotorLand Aragon.

Martin menilai persoalan yang dihadapinya bukan menunjukkan adanya masalah besar pada motor Aprilia.

Menurutnya, karakteristik lintasan Aragon menjadi salah satu faktor yang membuatnya kesulitan menemukan performa terbaik.

Sepanjang akhir pekan MotoGP Aragon, Martin mengaku kesulitan mendapatkan traksi yang cukup dari motor Aprilia.

Kondisi tersebut membuatnya tidak merasa nyaman ketika mengendarai RS-GP.

Ia merasa motor cenderung kehilangan grip sehingga dirinya harus lebih berhati-hati dalam menjaga kecepatan.

“Saya tidak merasakan banyak grip. Mungkin saya perlu lebih banyak latihan di trek datar karena saya merasa selalu longgar dan tidak benar-benar menikmati motor, tapi ini bagian dari perjalanan,” ungkap Martin.

Masalah grip tersebut menjadi salah satu batasan terbesar Martin selama berada di MotorLand.

Kondisi itu juga membuatnya tidak mampu mempertahankan kecepatan seperti yang diharapkan sejak awal hingga pertengahan balapan.

Namun, menjelang akhir perlombaan, Martin mulai merasakan sedikit perubahan.

Ia perlahan mampu meningkatkan kecepatannya dan bahkan mendekati Alex Marquez setelah sebelumnya kesulitan mempertahankan ritme balapan.

Performa Ducati juga menjadi salah satu faktor yang membuat Aprilia kesulitan bersaing di MotorLand Aragon.

Ducati menunjukkan keunggulan di lintasan tersebut sehingga pembalap Aprilia harus bekerja lebih keras untuk mendekati rival-rivalnya.

Meski demikian, penampilan Marco Bezzecchi memberikan gambaran bahwa motor Aprilia sebenarnya masih memiliki potensi untuk bersaing.

Bezzecchi mampu meraih podium sehingga menunjukkan bahwa RS-GP tidak sepenuhnya kehilangan daya saing di Aragon.

Hal tersebut membuat Martin menilai masalah yang dialaminya lebih berkaitan dengan kecocokan dirinya dengan karakter lintasan dan bagaimana ia mendapatkan feeling terhadap motor.

Menurut Martin, Aragon merupakan salah satu trek yang paling sulit baginya pada musim ini.

Martin mengakui bahwa beberapa seri awal musim MotoGP 2026 juga menghadirkan tantangan.

Performa yang ditunjukkannya masih mengalami perubahan dari satu balapan ke balapan lainnya.

Kondisi tersebut membuat Martin harus terus mencari formula dan setup yang tepat agar bisa tampil konsisten.

Sebelumnya, perubahan setup juga sempat membuatnya kehilangan feeling terhadap motor Aprilia.

Ketika kembali menggunakan setup lama di Silverstone, Martin berhasil menemukan kembali sensasi berkendara yang sebelumnya hilang.

Setup tersebut merupakan konfigurasi yang juga membantunya meraih kemenangan ganda di Le Mans.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Martin masih terus melakukan penyesuaian untuk menemukan kombinasi terbaik dengan motor Aprilia.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya tetap merasa nyaman dengan motor yang dikendarainya.

Hasil MotoGP Aragon memang membuat keunggulan Martin dalam klasemen kejuaraan berkurang.

Namun, pembalap asal Spanyol tersebut tidak melihat situasi itu sebagai alasan untuk panik.

Kemenangan ganda Marc Marquez di Aragon membuat jarak Martin di puncak klasemen menyusut dari 31 poin menjadi 19 poin.

Dengan kompetisi yang masih panjang, Martin memilih untuk melihat hasil di Aragon secara realistis.

Baginya, mengamankan poin dalam kondisi sulit jauh lebih penting daripada memaksakan diri mengejar posisi yang lebih tinggi tetapi berisiko mengalami kecelakaan.

Martin bahkan menyebut Aragon sebagai trek terburuknya sepanjang musim dari sisi kecepatan.

Dalam situasi ketika performa motor tidak berada pada level terbaik, Martin memilih strategi konservatif.

Ia berusaha menyelesaikan balapan dan membawa pulang poin sebanyak mungkin.

Keputusan tersebut dianggap lebih penting daripada mengambil risiko besar demi mengejar podium.

“Saya rasa ini lebih tentang trek ini khususnya yang membuat saya kesulitan,” jelas Martin.

Menurutnya, target utama pada akhir pekan tersebut adalah menyelesaikan balapan dengan hasil yang masih cukup baik meskipun kecepatan motornya tidak maksimal.

“Saya benar-benar ingin menyelesaikan akhir pekan ini dan meraih dua posisi lima besar. Dalam akhir pekan yang sangat buruk, mungkin yang terburuk musim ini dalam hal kecepatan, saya masih bisa meraih beberapa poin,” lanjutnya.

Martin menyadari bahwa dalam kondisi seperti itu, memaksakan diri justru dapat membawa konsekuensi lebih buruk.

“Saya lebih memilih itu daripada mengambil risiko dan jatuh. Mungkin di balapan selanjutnya saya harus mengambil lebih banyak risiko, tapi bukan untuk yang ini,” tuturnya.

Hasil di MotoGP Aragon menjadi bahan evaluasi bagi Martin dan tim Aprilia. Minimnya traksi yang dirasakan sepanjang akhir pekan menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki.

Martin juga perlu menemukan konsistensi agar performanya tidak terlalu bergantung pada karakteristik setiap sirkuit.

Keberhasilan Marco Bezzecchi meraih podium menjadi sinyal bahwa Aprilia tetap memiliki potensi untuk bersaing di papan atas.

Tantangannya adalah menemukan setup yang mampu membuat Martin mendapatkan feeling dan grip yang lebih baik.

Dengan keunggulan di klasemen yang kini hanya tersisa 19 poin, persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 juga semakin menarik.

Martin memilih tidak larut dalam hasil buruk di Aragon. Ia justru ingin menjadikan akhir pekan tersebut sebagai pelajaran dan fokus menghadapi seri berikutnya.

Bagi Martin, mampu mengamankan posisi lima besar ketika menghadapi trek yang sangat sulit merupakan hasil yang masih patut diapresiasi.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa performa Aprilia dapat kembali kompetitif dan konsisten di lintasan yang lebih sesuai dengan karakter motor. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
SMAN 3 Cilacap Raih Prestasi di Bidang Olahraga dan Sains

Siswa SMAN 3 Cilacap Raih Prestasi di PSCS Junior dan Kompetisi Sains