BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pada Senin, 22 Februari 2026, lebih dari 100 suporter yang tergabung dalam komunitas Persibangga Fans melaksanakan aksi damai di Stadion Goentoer Darjono.
Aksi ini dipicu oleh mundurnya Manajer Persibangga Purbalingga, Hamzah Asadullah, yang dianggap sebagai salah satu sosok kunci dalam kebangkitan tim.
Di bawah kepemimpinannya, Persibangga berhasil meraih juara Liga 4 Jawa Tengah dan lolos ke Liga 4 Nasional, sehingga keputusan Hamzah untuk mundur menjadi sorotan utama para suporter.
Awalnya, para suporter berencana untuk mendatangi Bupati Purbalingga, H Fahmi Muhammad Hanif, di Pendapa Dipokusumo.
Namun, setelah beberapa pertimbangan, mereka akhirnya memutuskan untuk memusatkan aksi mereka di stadion.
Di sana, mereka bertemu dengan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan suporter bernama Syaiful menyampaikan harapan mereka akan kejelasan masa depan tim Persibangga.
“Kami meminta kejelasan tim Persibangga ke depan dan meminta agar Hamzah tetap menjadi manajer Persibangga,” ucap Syaiful dengan tegas, mewakili suara hati para suporter yang ingin melihat tim kesayangan mereka kembali bangkit.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya harapan para suporter terhadap keberlanjutan kepemimpinan Hamzah yang dinilai telah membawa banyak perubahan positif.
Suporter lainnya yang bernama Ao juga tidak kalah vokal dalam menyampaikan pendapatnya.
Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan Hamzah, Persibangga telah jauh lebih profesional.
“Pendanaan tidak lagi tersendat. Bahkan, gaji pemain disebut lebih baik dibandingkan tim Liga 4 lainnya,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam manajemen tim yang sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala.
Dengan nada yang lebih ekstrem, Ao juga mengusulkan agar pemain dan pelatih yang dianggap menjadi penyebab kisruh internal dicoret dari tim.
“Buang saja daripada menjadi duri,” ungkapnya dengan tegas.
Usulan ini menambah dimensi baru dalam tuntutan para suporter yang berkeinginan untuk melihat perubahan nyata dalam tubuh tim.
Mendengar aspirasi tersebut, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengungkapkan komitmennya untuk menyampaikan suara-suara ini kepada Bupati Purbalingga.
Ia bahkan berencana untuk menanyakan langsung kepada Hamzah mengenai kemungkinan kembalinya dia sebagai manajer tim.
Namun, Dimas juga menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Hamzah.
Ini menunjukkan adanya dukungan dari pemerintah setempat untuk mendengarkan keinginan dan harapan masyarakat terhadap tim kebanggaan mereka.
Dimas menegaskan bahwa Pemkab Purbalingga sudah melakukan langkah nyata dalam mendukung Persibangga melalui berbagai cara, termasuk pembelian jersey oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk dukungan finansial bagi klub.
Hal ini semakin membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan olahraga lokal dan memberikan dukungan kepada tim sepak bola yang memiliki potensi besar.
Ketua Askab PSSI Purbalingga Uut Triyas Yanuar juga memberikan tanggapannya mengenai tuntutan suporter agar Hamzah kembali menjabat sebagai manajer Persibangga.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut dan memastikan aspirasi dari suporter didengar dengan baik.
Setelah menyampaikan semua aspirasi dan tuntutan mereka kepada Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, massa suporter membubarkan diri dengan tertib tanpa terjadi insiden berarti.
Ini menunjukkan kedewasaan serta rasa cinta mereka terhadap Persibangga meskipun dalam situasi penuh ketidakpastian seperti saat ini.
Kegiatan aksi damai ini bukan hanya sekadar unjuk rasa biasa bagi para suporter, tetapi juga mencerminkan kecintaan mendalam mereka terhadap klub sepak bola lokal yang telah menjadi bagian dari identitas daerah Purbalingga. (tya/stch/dda)
















