BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi jalur utama di Kabupaten Purbalingga.
Hasil dari survei tersebut mengungkapkan adanya sejumlah lubang jalan yang bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Purbalingga, AKP Gharasa Zahra Zahirah, menjelaskan bahwa kegiatan survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalur yang akan dilalui para pemudik.
“Hasil survei ditemukan sejumlah jalan dalam kondisi berlubang,” ungkap Kasat Lantas wanita tersebut dengan nada serius.
Penemuan ini menjadi perhatian penting, mengingat tingginya volume kendaraan yang diprediksi akan meningkat signifikan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, tim dari Satlantas Polres Purbalingga melakukan penandaan pada lokasi-lokasi berlubang menggunakan cat semprot.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan peringatan kepada pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di area tersebut.
Selain itu, pihaknya juga mendokumentasikan setiap temuan di lapangan untuk kepentingan laporan lebih lanjut.
Jalur yang disurvei mencakup beberapa titik strategis, mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Mayjend Sungkono Jompo, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Banyumas.
Tidak hanya itu, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Raya Bojong hingga Jalan Raya Bukateja juga menjadi sasaran pengecekan.
Penempatan titik survei ini sangat strategis, mengingat jalur-jalur tersebut merupakan akses utama bagi para pemudik.
Di sepanjang Jalan Mayjend Sungkono, tim menemukan lubang jalan di beberapa lokasi penting seperti di depan Alfamart Blater, Fakultas Teknik Unsoed, Kantor Kecamatan Kalimanah, Planjan Resto, Mall Pelayanan Publik, sekitar lampu lalu lintas di Bundaran Selabaya, serta depan Pasar Segamas.
Temuan-temuan ini menunjukkan betapa mendesaknya perhatian terhadap kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Jalan Soekarno-Hatta, lubang ditemukan di beberapa titik strategis seperti depan IGD Rumah Sakit Harapan Ibu dan Kantor Kelurahan Kalikabong serta depan Dealer Nasmoco.
Mengingat kepentingan aksesibilitas layanan kesehatan dan fasilitas umum lainnya, keadaan jalan yang buruk jelas dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Tidak hanya kondisi jalan yang menjadi fokus survei. Satlantas juga memeriksa fasilitas penerangan jalan umum (PJU) pada malam hari.
Hasilnya memperlihatkan bahwa ada sejumlah lampu penerangan yang tidak berfungsi dengan baik atau bahkan tertutup oleh dahan pohon.
“Ditemukan lampu penerangan jalan yang mati di jalur Jalan Mayjend Sungkono dari Jompo sampai Selabaya,” kata AKP Gharasa Zahra Zahirah.
Ia menambahkan bahwa sebagian lampu penerangan tertutup dahan pohon sehingga mengurangi visibilitas pengendara pada malam hari.
Kondisi penerangan jalan yang tidak memadai tentu menjadi masalah serius saat arus mudik berlangsung.
Pengendara yang melewati jalur-jalur gelap tanpa penerangan dapat berisiko tinggi mengalami kecelakaan. Oleh karena itu, langkah segera perlu diambil untuk memperbaiki situasi ini.
Satlantas Polres Purbalingga berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil survei ini dengan melayangkan surat kepada dinas dan instansi terkait guna melakukan perbaikan secepat mungkin.
Untuk masalah jalan berlubang akan disampaikan kepada Balai Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Wilayah Cilacap, sedangkan isu lampu jalan akan dilaporkan kepada BSPP Wilayah V Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.
“Survei yang dilakukan ini merupakan tahap pertama,” ujar AKP Gharasa Zahra Zahirah dengan penuh harapan.
Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan survei kembali di ruas-ruas jalan lainnya di wilayah Kabupaten Purbalingga demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjelang momen mudik yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat.
Sebuah kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan lalu lintas sangat diperlukan menjelang periode arus mudik Lebaran ini.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang berpotensi terjadi selama musim liburan panjang tersebut, tantangan dalam menjaga infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terkait. (tya/stch/dda)
















