BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Tahun anggaran 2025 tidak membawa harapan baru bagi masyarakat Purbalingga dalam hal pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) baru.
Namun, meskipun dihadapkan pada kendala keterbatasan anggaran, Dinas Perhubungan (Dishub) tetap teguh pada komitmennya untuk memastikan ribuan PJU yang ada tetap berfungsi dengan baik.
Sunarno, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Purbalingga, menjelaskan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, tidak dialokasikan dana untuk pengadaan unit PJU baru.
Sebaliknya, anggaran yang tersedia sepenuhnya diarahkan untuk pemeliharaan lampu-lampu yang sudah ada.
“Untuk tahun ini, belum ada pengadaan lampu baru. Anggaran yang ada hanya untuk pemeliharaan, dari APBD murni sebesar Rp 622 juta dan tambahan dari APBD Perubahan sebesar Rp 110 juta,” ungkapnya pada Selasa petang (29/7/2025).
Lebih lanjut, Sunarno menuturkan bahwa seluruh anggaran tersebut akan digunakan untuk merawat sekitar 12 ribu titik PJU yang tersebar di seluruh Kabupaten Purbalingga.
Mayoritas PJU tersebut masih menggunakan teknologi konvensional dan belum beralih ke tenaga surya, karena keterbatasan dana untuk inovasi tersebut.
“Yang tenaga surya belum ada anggarannya. Kami fokus pada perawatan dan perbaikan PJU yang sudah ada, terutama yang rusak saat musim hujan,” jelas Sunarno.
Musim hujan membawa tantangan tersendiri dalam pemeliharaan PJU. Kerusakan cenderung meningkat secara signifikan selama periode ini akibat hujan deras dan angin kencang yang bisa menyebabkan air masuk ke rumah lampu atau dahan pohon menimpa tiang PJU.
“Biasanya fitting lampu kena air dan korslet, atau ada tiang yang tertimpa pohon saat angin besar,” tambah Sunarno.
Meski tidak ada penambahan unit baru tahun ini, Dishub tetap aktif melakukan pemeliharaan rutin dengan mengerahkan setidaknya satu unit kendaraan pemeliharaan setiap hari.
Tim Dishub bergerak dari pusat kota hingga ke pelosok desa demi menindaklanjuti setiap laporan kerusakan yang diterima.
“Dalam sehari, laporan kerusakan bisa lebih dari 50 titik. Kami tetap tangani semaksimal mungkin,” tegasnya lagi.
Sebagian anggaran dari APBD Perubahan direncanakan untuk pemasangan tiang penyangga lampu hias di kawasan Jalan Tendean, pusat kota Purbalingga. Program ini bertujuan mempercantik estetika kota sekaligus memberikan pencahayaan tambahan di area tersebut.
Sunarno memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama meskipun dalam keterbatasan anggaran. Setiap upaya perbaikan dilakukan sedemikian rupa agar PJU yang rusak tidak dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan. Hal ini penting karena satu lampu jalan yang menyala kembali dapat menjadi sumber rasa aman bagi warga ketika malam tiba.
Petugas Dishub tampak sigap saat melakukan perbaikan rutin pada salah satu titik PJU di wilayah kota sebagaimana terlihat dalam foto dokumentasi dari Amarullah Nurcahyo/Banyumas Ekspres.
Dengan dedikasi penuh dari tim Dishub ini, masyarakat dapat berharap bahwa meskipun tanpa penambahan unit baru tahun ini, penerangan jalan tetap terjaga demi kenyamanan dan keamanan bersama. (amr/stch)
















