BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah kapal yacht bernama Arka Kinari mengalami insiden kerusakan mesin saat berlayar di perairan timur Pulau Nusakambangan, Cilacap. Kapal ini mengangkut lima penumpang dan berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa malam (29/7).
M. Abdullah, Kepala Kantor SAR Cilacap, mengungkapkan bahwa informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima dari KSOP Cilacap melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) sekitar pukul 19.30 WIB.
Menyikapi laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap kapal yang mengalami masalah mesin tersebut.
“Tim SAR Gabungan bergerak cepat, dan berhasil mengevakuasi kapal beserta lima penumpang pada pukul 21.47 WIB di Perairan Cilacap,” ujar Abdullah kepada awak media pada hari Rabu (30/7).
Berkat koordinasi yang cepat dan tepat antara berbagai pihak terkait, operasi penyelamatan ini dapat berlangsung dengan lancar.
Kapal Arka Kinari diketahui memulai perjalanan dari Pantai Serangan Benoa, Bali menuju ke Pacitan, Jawa Timur pada Senin (27/7).
Namun, dalam perjalanannya kapal mengalami gangguan mesin yang memaksa awak kapalnya untuk mengalihkan pelayaran menuju wilayah Cilacap demi keselamatan.
“Seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim medis,” tambah Abdullah menjelaskan kondisi terkini para penumpang setelah proses evakuasi berhasil dilaksanakan.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak buruk yang dialami penumpang akibat insiden tersebut.
Lima penumpang yang berhasil dievakuasi terdiri dari empat warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI). Di antaranya adalah Anestesiana (36 tahun), seorang WNI asal Palembang.
Sedangkan empat WNA lainnya adalah Steven Andrew Thomas Knapp (38 tahun) asal Amerika Serikat, Gregory Todd Eifert Marine (53 tahun) asal Spanyol, Yann Willard (53 tahun) asal Prancis, dan Bochay Issac Drum (44 tahun) yang juga berasal dari Amerika Serikat.
“Dengan ditemukannya seluruh survivor dalam kondisi aman, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” kata Abdullah menandai berakhirnya operasi penyelamatan ini.
Keberhasilan operasi ini sekali lagi menunjukkan pentingnya kesiapan dan kerjasama antar lembaga dalam menangani situasi darurat di laut.
Proses evakuasi ini melibatkan koordinasi berbagai pihak termasuk Basarnas dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keselamatan semua orang yang terlibat.
Pengalaman ini menyoroti betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di laut serta kemampuan para petugas untuk bertindak cepat dan efisien guna menyelamatkan nyawa.
Kapal jenis yacht seperti Arka Kinari memang dirancang untuk pelayaran jarak jauh namun tetap saja rentan terhadap masalah teknis seperti kerusakan mesin.
Oleh karena itu para pemilik dan operator kapal harus selalu memastikan bahwa setiap bagian dari kapal berada dalam kondisi optimal sebelum memulai perjalanan laut yang panjang.
Hal ini sangat penting terutama ketika melintasi rute-rute dengan cuaca yang tak terprediksi atau medan yang sulit seperti di sekitar perairan Nusakambangan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya komunikasi efektif antara kapal dengan stasiun pantai setempat agar dapat memberikan informasi secara cepat jika terjadi insiden di laut.
Informasi yang cepat akan memungkinkan tim penyelamat untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan demi keselamatan semua orang yang terlibat.
Terlepas dari insiden ini para penumpang Arka Kinari kini dapat melanjutkan perjalanan mereka setelah mendapat kepastian bahwa mereka semua dalam keadaan sehat.
Keberhasilan misi penyelamatan ini tentunya memberikan rasa lega baik bagi para penumpang maupun keluarga mereka serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kemampuan SAR Indonesia dalam menangani situasi krisis maritim secara profesional dan efektif. (jul/stch)
















