BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah insiden pelemparan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal terjadi pada Minggu (12/4) dini hari, tepatnya di Jalan Guyangan–Petanahan, Kecamatan Sruweng.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda bernama Farhan Noval Zafri, yang berumur 25 tahun dan merupakan warga Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, menjadi korban.
Meskipun kaca depan mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan parah akibat pelemparan tersebut, beruntung ia dan temannya selamat tanpa mengalami luka.
Peristiwa ini berlangsung saat Farhan sedang mengantar temannya, Agung, menuju wilayah Kecamatan Adimulyo sekitar pukul 01.00 WIB.
Saat melintas di jalan yang gelap gulita tersebut, Farhan menduga ada dua remaja berboncengan menggunakan sepeda motor yang tiba-tiba melempar benda keras ke arah kaca depan kendaraannya.
“Jalan gelap dari arah Selatan, ada masih anak-anak berdua (boncengan) pakai Beat putih plat tidak terlalu terlihat. Mepet ke kanan langsung lempar ke kaca,” ungkap Farhan dengan nada menyesal.
Dampak dari aksi tidak bertanggung jawab itu cukup serius; kaca mobil yang terbuat dari material tempered glass itu pecah dan retak hingga merusak visibilitas pengemudi.
Namun meskipun kerusakan cukup signifikan, Farhan dan Agung tetap dalam keadaan baik-baik saja.
Kerugian ini menjadi perhatian tersendiri karena mobil tersebut adalah milik teman ayah Farhan.
Setelah kejadian tersebut, Farhan segera menghentikan kendaraannya di lokasi yang lebih terang untuk memeriksa keadaan mobil.
Saat dicek, ternyata kaca depan mobil sudah terlihat retak dan terdapat sisa-sisa material seperti tanah atau pasir yang menguatkan dugaan bahwa benda yang dilempar adalah batu atau benda keras lainnya.
Situasi ini jelas menambah ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lain yang mungkin melewati jalur tersebut pada malam hari.
Dalam upaya mencari pelaku, Farhan sempat melakukan putar balik kendaraan untuk mengejar remaja-remaja tersebut.
Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil hingga sampai di Simpang Tiga Guyangan.
Ia juga menanyakan kepada petugas keamanan yang berjaga di simpang tersebut mengenai keberadaan pelaku, namun petugas tidak mengetahui informasi lebih lanjut terkait insiden itu.
Farhan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah penerangan jalan di ruas-ruas tertentu, termasuk Jalan Guyangan–Petanahan.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya tindakan kriminal seperti pelemparan ini.
“Saya berharap pemerintah bisa menambah lampu penerangan supaya jalan-jalan ini aman untuk dilalui,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada para pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas di area tersebut terutama pada malam hingga dini hari ketika visibilitas sangat rendah.
Kewaspadaan dianggap sangat penting guna menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Kondisi jalan yang minim pencahayaan memang sering kali menjadi celah bagi tindakan kriminalitas.
Selain pelemparan batu seperti yang dialami Farhan, berbagai tindakan kejahatan lain juga dapat terjadi jika masyarakat tidak lebih berhati-hati saat berkendara pada malam hari.
Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan dengan cara memperbaiki penerangan jalan dan meningkatkan patroli keamanan di daerah-daerah rawan. (mam/stch/dda)
















