Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tim Santri Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara Juara Nasional IBS Spesial Bulukumba

Santri Mumtaza Ukir Prestasi NasionalSantri Mumtaza Ukir Prestasi Nasional
TERIMA HADIAH: Tim dari Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara sukses menjadi yang terbaik dalam Indonesia Bahagiakan Santri di Bulukumba

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Prestasi gemilang diraih oleh tiga santri Pondok Pesantren Mumtaza Banjarnegara, yang berhasil mencuri perhatian di ajang bergengsi Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) Spesial Bulukumba.

Dalam kompetisi Syarhil Qur’an tingkat nasional yang berlangsung di Bulukumba, Sulawesi Selatan, dari Kamis hingga Sabtu (15–17/1), tim Mumtaza keluar sebagai pemenang, mengungguli lebih dari 500 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Tim ini diperkuat oleh Muhammad Syafi, Muhammad Afdlal, dan Nizar Arsyad. Ketiganya dinilai juri berhasil menyajikan syarahan Al-Qur’an secara utuh dengan memadukan tilawah, terjemahan ayat, dan pemaparan tafsir yang runtut serta mudah dipahami.

Selain itu, mereka juga kuat dalam menyampaikan pesan dan memiliki penguasaan materi yang mendalam.

Ajang kompetisi IBS Spesial Bulukumba ini menjadi salah satu platform penting bagi santri untuk adu kemampuan dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an secara komunikatif dan kontekstual.

Lebih dari sekadar lomba, acara ini memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan bakat mereka dalam memahami dan meresapi makna Al-Qur’an serta mengomunikasikannya dengan baik kepada audiens.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan tersebut menekankan pentingnya ajang seperti IBS dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter.

“Santri punya peran strategis dalam membangun akhlak dan masa depan bangsa melalui nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dengan penuh keyakinan.

Tak hanya itu, Ustadz Luqmanul Hakim selaku pembina Masjid Kapal Munzalan turut menambahkan bahwa IBS adalah lebih dari sekadar kompetisi.

Menurutnya, ini juga merupakan tempat untuk bersilaturahmi dan melakukan pembinaan bagi para santri.

“IBS adalah ikhtiar dakwah agar santri tumbuh sebagai generasi yang berilmu, beradab, dan siap berkontribusi untuk umat dan negeri,” katanya dengan semangat.

Capaian luar biasa tim santri Mumtaza ini disambut dengan rasa bangga oleh pengasuh pondok pesantren tersebut.

KH Afit Juliet Nurcholis mengungkapkan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa pesantren di daerah mampu bersaing di level nasional.

“Besar kecilnya daerah bukan ukuran mutu pendidikan. Santri Mumtaza menunjukkan kualitas yang relatif merata dan mampu tampil solid sebagai tim di tingkat nasional,” ungkapnya pada Minggu (18/1).

Dengan penuh harapan, ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk terus mengasah kemampuan serta membawa nama Banjarnegara ke kancah yang lebih luas.

Prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi Pondok Pesantren Mumtaza tetapi juga bagi seluruh masyarakat Banjarnegara.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa wilayah kecil dapat menghasilkan talenta besar yang mampu bersaing dalam ajang nasional bergengsi seperti IBS. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
PAD Oke, Pajak Daerah Jadi PR

PAD Purbalingga Tembus 101,5 Persen, Pajak Kendaraan Masih Jadi PR

Berita Selanjutnya
Peluang luas bagi anggota OSIS, Pramuka, dan Paskibraka untuk mendaftar di 22 sekolah kedinasan Kemenhub

Sekolah Kedinasan Kemenhub Buka Kuliah Gratis bagi OSIS, hingga Paskibraka