Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Peringatan Isra Mikraj di SMPN 1 Karangsambung Ajarkan Pentingnya Salat sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Anak

Salat Lima Waktu Dinilai Bentuk Karakter Siswa Sejak DiniSalat Lima Waktu Dinilai Bentuk Karakter Siswa Sejak Dini
CERAMAH: Ustadz Najib Syamsul Arifin memberikan ceramah saat kegiatan peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah di SMP Negeri 1 Karangsambung, Sabtu (17/1)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam rangka peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Karangsambung pada Sabtu (17/1), pentingnya salat lima waktu sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kepribadian siswa sejak dini mendapat sorotan.

Acara ini tidak hanya menyoroti kewajiban salat dalam agama Islam tetapi juga menyelami manfaat lebih dalam dari pelaksanaan ibadah tersebut bagi kehidupan sehari-hari.

Ustadz Najib Syamsul Arifin, dalam ceramahnya, menegaskan bahwa perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar kewajiban religius.

Lebih dari itu, salat dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi berbagai persoalan hidup.

“Salat lima waktu dapat memberikan ketenangan batin dan kedisiplinan yang sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan,” ujar Ustadz Najib kepada para siswa.

Senada dengan pandangan tersebut, Kepala SMPN 1 Karangsambung, H Sapto Wimartono ST MKom, menyatakan bahwa ibadah salat memainkan peran krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa.

“Salat bukan hanya ritual keagamaan tetapi juga sarana pembentuk kedisiplinan dan karakter positif,” ujarnya.

Sekolah juga berupaya mengoptimalkan pelaksanaan salat berjamaah Dhuhur di lingkungan sekolah sementara pelaksanaan salat lainnya dilakukan di rumah masing-masing siswa.

Lebih lanjut, H Sapto menyebutkan bahwa ibadah adalah bagian dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang sudah diterapkan oleh sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut mendukung inisiatif ini dengan mendorong kebiasaan bangun pagi melalui pesan di grup WhatsApp kelas.

Imbauan ini bertujuan agar siswa terbiasa melaksanakan salat Subuh tepat waktu, sarapan sehat, senam pagi, giat belajar, serta aktif dalam kegiatan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dian Ariyanto ST MPd memanfaatkan momentum peringatan Isra Mikraj untuk memperdalam hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an juz 30 oleh para siswa.

Sebelum ceramah dimulai, siswa dijadwalkan untuk membaca dan menghafal surat-surat tersebut sebagai bagian dari kegiatan spiritual sekolah.

Acara ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter yang kuat dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari seperti salat lima waktu.

Dengan mendisiplinkan diri melalui ibadah rutin, diyakini bahwa siswa dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Peringatan Isra Mikraj kali ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai spiritual dalam aktivitas harian siswa guna mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.

Pengalaman spiritual seperti ini sangat penting terutama di tengah tantangan zaman modern yang kerap kali membuat generasi muda melupakan nilai-nilai fundamental seperti disiplin dan tanggung jawab.

Oleh karena itu, menanamkan kebiasaan baik sejak dini menjadi langkah strategis untuk mendorong terciptanya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga emosional dan spiritual. (mam/dda)

Berita Sebelumnya
Panas Sampai Luar Lapangan

Derby Ngapak Jilid II Panas, Ketua Umum Persibas Banyumas Jadi Korban Pelemparan

Berita Selanjutnya
Seleksi sekolah kedinasan 2026 akan diramaikan oleh Politeknik Pengayoman Indonesia atau Poltekpin sebagai institusi yang resmi dibuka

Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Bertambah, Ini Daftar dan Peluang Masuknya