Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

TPA Kunci di Cilacap Direncanakan Jadi Pengolah Sampah Berbasis Energi

Pengelolaan Sampah di Cilacap Dilirik InvestorPengelolaan Sampah di Cilacap Dilirik Investor
TINJAU : Plt Bupati beserta jajaran saat meninjau TPA sampah di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam upaya untuk menangani masalah pengelolaan sampah yang semakin krusial, Pemerintah Kabupaten Cilacap kini tengah menjajaki kerja sama dengan investor untuk mengembangkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kunci yang berlokasi di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja.

Langkah awal ini dilakukan melalui kunjungan lapangan yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, bersama calon investor dari Alterna Verde pada Kamis, 9 April.

Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Ammy mengungkapkan bahwa rencana pengembangan TPA seluas 1,4 hektar itu akan sepenuhnya dibiayai oleh pihak investor.

Teknologi yang ditawarkan oleh calon investor ini diklaim mampu mengolah sampah dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per hari.

“Konsepnya adalah mengolah sampah menjadi gas yang bisa dimanfaatkan, misalnya untuk energi,” ujarnya.

Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam mengatasi masalah limbah di Cilacap, di mana penumpukan sampah sering kali menjadi isu lingkungan yang mendesak.

Sistem yang akan diterapkan dalam proyek ini adalah circular controlled landfill.

Konsep ini melibatkan proses penimbunan dan pemadatan sampah, kemudian ditutup menggunakan membran khusus untuk mencegah pencemaran.

Dalam beberapa waktu setelah proses tersebut, sampah yang terkompresi itu akan diolah menjadi gas atau bahan bakar alternatif.

Pendekatan ini tidak hanya akan membantu mengurangi volume sampah yang harus dibuang tetapi juga dapat menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Meski demikian, Ammy menegaskan bahwa rencana kerja sama ini masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final terkait pelaksanaannya.

“Kita masih menghitung kebutuhan lahannya dan peruntukannya. Ini masih tahap kajian,” jelasnya dengan tegas.

Pendekatan hati-hati ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan pertimbangan matang demi kebaikan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Annisa Fabriana, menambahkan bahwa kebutuhan pengolahan sampah minimal di daerah tersebut diperkirakan sekitar 200 ton per hari.

Ia juga menyebutkan potensi perluasan lahan hingga mencapai 10 hektare jika diperlukan di masa mendatang.

Namun demikian, rencana ekspansi tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut karena lokasi TPA berbatasan langsung dengan lahan pertanian dan permukiman warga setempat.

“Ini masih survei awal, belum ada kesepakatan,” ungkap Annisa.

Ia menegaskan pentingnya proses evaluasi agar semua pihak terlibat dapat memahami dampak dari pengembangan TPA terhadap lingkungan serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Harapan besar disampaikan oleh Annisa jika rencana ini berhasil dilaksanakan dengan baik, maka pengelolaan sampah di Cilacap bisa ditingkatkan secara signifikan dan membantu mengurangi penumpukan sampah yang selama ini menjadi masalah.

Pengelolaan limbah adalah isu global yang kian mendesak, terutama di kota-kota besar dan daerah berkembang seperti Cilacap.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk serta tingkat konsumsi yang semakin meningkat, tantangan dalam pengumpulan dan pengolahan limbah pun semakin kompleks.

Oleh karena itu, inisiatif pemerintah Cilacap untuk menggandeng investor dalam pengembangan TPA Kunci merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih efisien dan berkelanjutan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Cabai Mahal, Petani Ronda Total

Harga Cabai Tembus 60 Ribu, Petani di Banjarnegara Ronda Malam Jaga Kebun

Berita Selanjutnya
Enam Hari Pencarian Nihil

Tim SAR Perluas Pencarian ke Muara Serayu, Korban Hilang di Sungai Tajum Belum Ditemukan