BANYUMASEKSPRES.ID, Pelatih Antonio Conte menunjukkan sinyal kuat akan meninggalkan klub Napoli, meskipun baru kurang dari satu tahun ia membawa tim tersebut meraih gelar Serie A.
Arah langkahnya kini mulai terlihat, terutama dengan ambisi untuk kembali menukangi Timnas Italia yang saat ini sedang mengalami masa-masa sulit.
Isyarat tersebut disampaikan oleh Conte secara terbuka ketika ditanya tentang peluang menjadi pelatih tim nasional.
“Jika saya menjadi presiden federasi, saya akan mempertimbangkan diri saya sendiri,” ujarnya, seperti yang dikutip dari TSN pada Kamis, 9 April 2026.
Pernyataan ini langsung memantik spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Antonio Conte bukanlah nama baru bagi Azzurri. Ia pernah memimpin tim nasional Italia selama UEFA Euro satu dekade lalu dan dikenal sebagai pelatih yang memiliki karakter kuat serta disiplin tinggi.
Jika benar Conte memutuskan untuk hengkang dari Napoli, klub tersebut berpotensi kehilangan sosok sentral yang telah berkontribusi besar terhadap kesuksesan mereka di musim ini.
Keberhasilan Napoli meraih gelar Serie A tidak terlepas dari strategi dan kepemimpinan Conte yang efektif.
Rupanya, situasi yang dihadapi Napoli saat ini tidak mengherankan jika mencermati pola karier Conte sebelumnya.
Ia cenderung memilih untuk pergi setelah membawa klub meraih trofi, seperti yang terjadi saat menukangi Juventus, Chelsea, dan Inter Milan.
Setiap kali ia meninggalkan klub setelah mencapai puncak kesuksesan, selalu ada perdebatan mengenai langkah selanjutnya dan tantangan baru yang akan ia hadapi.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai masa depannya, Conte juga menunjukkan sikap realistis terkait peluang Napoli untuk mempertahankan gelar.
Saat ini, Napoli berada di posisi kedua klasemen Serie A, tertinggal tujuh poin dari Inter Milan dengan hanya tujuh laga tersisa.
“Kami harus sempurna dan Inter harus membuat kesalahan. Itu tampaknya tidak mungkin,” kata Conte dengan nada pesimistis namun penuh realistis.
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa ketatnya persaingan dalam liga dan tantangan besar yang harus dihadapi oleh timnya.
Keputusan Conte untuk mempertimbangkan kembali ke timnas juga dipengaruhi oleh kondisi federasi sepak bola Italia yang belum stabil setelah mundurnya Gabriele Gravina.
Pemilihan presiden baru federasi dijadwalkan pada 22 Juni 2026 dan diyakini akan sangat menentukan arah baru bagi tim nasional ke depan.
Hal ini menambah kompleksitas situasi yang dihadapi oleh pelatih dan para penggemar Azzurri.
Saat ini, kursi pelatih Timnas Italia juga kosong setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri menyusul kegagalan tim dalam lolos ke Piala Dunia 2026.
Kondisi ini membuka peluang bagi sosok baru untuk membangun ulang kekuatan Azzurri menuju kompetisi internasional mendatang.
Banyak pihak meyakini bahwa siapa pun yang menggantikan posisi tersebut harus memiliki visi kuat serta kemampuan untuk memulihkan rasa percaya diri tim pasca kegagalan tersebut.
Dalam konteks ini, kembalinya Antonio Conte ke Timnas Italia bisa menjadi solusi ideal bagi federasi sepak bola Italia.
Dengan pengalaman luasnya dalam kepelatihan serta pemahaman mendalam mengenai karakter pemain-pemain Italia, ia dapat memberikan arah baru dan semangat kepada tim nasional yang kini tengah membutuhkan reinvigorasi. (*/dda)
















