Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Setya Ari Nugroho: Pemetaan “By Name By Address” Kunci Keberhasilan SPMB 2026 di Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng: 10.600 Anak Belum Terjangkau SPMBWakil Ketua DPRD Jateng: 10.600 Anak Belum Terjangkau SPMB

BANYUMASEKSPRES.ID, SEMARANG – Dalam upaya mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Ari Nugroho, memberikan catatan kritis yang juga mencerminkan apresiasi terhadap pelaksanaan sistem tersebut.

Menyusuri data yang dipublikasikan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, kapasitas daya tampung untuk SPMB 2026 akan difokuskan pada tiga jalur utama.

Jalur pertama adalah Zonasi atau Domisili yang minimal memiliki kuota sebesar 33%, termasuk di dalamnya 5% yang dikhususkan untuk wilayah dengan minimnya jumlah sekolah negeri.

Jalur kedua adalah Afirmasi dengan kuota minimal sebesar 32% untuk keluarga yang terdaftar dalam kategori Desil 1 hingga Desil 3, disabilitas sebanyak 2%, panti asuhan sebesar 3%, serta anak-anak yang tidak bersekolah sebanyak 2%.

Jalur terakhir adalah Prestasi, yang akan menampung maksimal 50% dari total siswa baru. Untuk jalur Mutasi, alokasinya dibatasi hingga maksimal 5%.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Setya Ari Nugroho, untuk SMK Negeri Boarding, proses pendaftaran akan dimulai lebih awal dari SMA umum.

Pendaftaran ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 13 Maret hingga 3 April 2026 di SMKN Jateng Semarang dan sekolah-sekolah boarding lainnya. Sedangkan untuk SMA umum, pendaftaran akan dibuka pada bulan Juni 2026.

Dalam konteks ini, Setya Ari Nugroho menyampaikan bahwa capaian keterisian daya tampung SPMB tahun 2025 yang mencapai angka 99,12% merupakan prestasi yang patut diapresiasi oleh semua pihak terkait.

Namun demikian, ia juga menyoroti adanya pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan terkait data afirmasi.

“Dari total calon murid jalur afirmasi sebanyak 72.793 pada tahun 2025, hanya sekitar 62.145 yang berhasil terserap ke dalam sistem pendidikan kita. Ini menunjukkan bahwa ada sekitar 10.600 anak dari keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, anak-anak panti asuhan, dan mereka yang tidak bersekolah masih belum terjangkau oleh sistem ini,” tegasnya saat diwawancarai pada hari Selasa, (28/4/2026).

Setya Ari Nugroho menegaskan pentingnya agar kuota afirmasi yang ditetapkan minimal sebesar 32% di SPMB tahun 2026 tidak hanya menjadi angka di atas kertas semata.

Ia mendorong adanya perubahan paradigma dari sikap pasif menunggu pendaftar menjadi aktif dalam menjangkau mereka yang berhak menerima bantuan pendidikan ini.

“Saya dorong Dinas Pendidikan untuk bersinergi dengan Dinas Sosial dan pemerintah desa dalam melakukan pemetaan _by name by address_. Kita tidak boleh hanya membuka pendaftaran dan menunggu datangnya calon murid,” kata legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Menurut pandangannya, pemetaan ini sangat krusial agar dapat menjangkau anak-anak yang mungkin tidak tahu cara mendaftar ke sekolah atau mereka yang tidak memiliki akses internet untuk mendapatkan informasi tentang jalur khusus bagi mereka.

“Afirmasi sejati mengharuskan kita untuk menjemput mereka yang selama ini terpinggirkan dan tidak memiliki akses terhadap pendidikan,” imbuhnya.

Lebih jauh lagi, Setya Ari Nugroho menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kuota afirmasi sebesar 32% di tingkat SMA dan kuota afirmasi sebesar 15% di jenjang SD benar-benar dapat terserap dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ia meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan sosialisasi mengenai SPMB tahun 2026 dapat menjangkau kantong-kantong kemiskinan serta kelompok-kelompok rentan lainnya sejak dini. Hal ini sangat penting mengingat seleksi untuk SMK Boarding sudah mulai pada Maret tahun depan.

“SPMB bukan hanya sekadar angka daya tampung semata. Ini tentang keberpihakan negara untuk memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Tengah yang tertinggal hanya karena alasan kemiskinan atau berkebutuhan khusus,” pungkas Setya Ari Nugroho dengan tegas.

Dengan pernyataan-pernyataan tersebut, jelas bahwa Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mengajak semua pihak untuk lebih aktif dalam mencari solusi agar pendidikan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tim Thomas Gagal Lolos Perdana

Tim Indonesia Tersingkir dari Thomas Cup 2026 Setelah Dibantai Prancis

Berita Selanjutnya
Ekspor Ilegal 190 Kg Emas Digagalkan

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 Kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma, Uang Negara Selamat 41 Miliar