BANYUMASEKSPRES.ID, Kabupaten Tulungagung memiliki beragam wisata alam menarik, termasuk Bukit Lemparan yang menawarkan panorama savana luas berpadu pemandangan perbukitan memikat perhatian wisatawan.
Berada di sisi timur Gunung Budheg, Bukit Lemparan menjadi hidden gem yang semakin populer setelah keindahan alamnya ramai dibagikan masyarakat.
Sebelum berkembang menjadi destinasi wisata, kawasan Bukit Lemparan lebih sering dimanfaatkan warga sekitar sebagai lokasi mencari rumput untuk ternak sapi.
Perubahan tersebut terjadi setelah foto serta video panorama alam Bukit Lemparan tersebar melalui media sosial dan menarik minat banyak pengunjung.
Bukit Lemparan merupakan kawasan perbukitan yang berada di lereng Gunung Budheg dengan ketinggian sekitar 585 meter di atas permukaan laut.
Bentang alamnya didominasi hamparan rumput luas dan area terbuka sehingga menghadirkan suasana lapang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Nama Lemparan berasal dari istilah dalam bahasa Jawa yang menggambarkan kondisi wilayah dengan karakter lapang serta relatif datar dibanding sekitarnya.
Dahulu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut lebih banyak berkaitan dengan pertanian dan peternakan sebelum akhirnya berkembang menjadi tujuan wisata alam.

Secara administratif, Bukit Lemparan berada di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sehingga mudah dikenali oleh pengunjung.
Perjalanan menuju lokasi biasanya diawali dari kawasan Makam Tumenggung Suron Tani yang berada di wilayah Dukuh Sendang sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari titik tersebut, wisatawan melanjutkan perjalanan menuju arah timur hingga tiba di kawasan Bukit Lemparan yang berdekatan dengan Gunung Budheg.
Perjalanan menuju area utama membutuhkan waktu sekitar dua puluh hingga tiga puluh menit dengan jalur menanjak yang masih ramah bagi pemula.
Bagi wisatawan yang menginginkan perjalanan lebih praktis, tersedia layanan ojek lokal dengan tarif sekitar Rp10.000 untuk sekali perjalanan menuju lokasi.
Keindahan panorama menjadi alasan utama Bukit Lemparan semakin diminati karena menghadirkan pemandangan berbeda dibanding sejumlah destinasi wisata alam lainnya.
Setelah melewati jalur pendakian, pengunjung akan menemukan hamparan rumput luas berpadu latar perbukitan berlapis yang terlihat begitu menawan sepanjang perjalanan.
Suasana tersebut menghadirkan kesan seolah berada di kawasan savana alami dengan udara segar serta panorama terbuka yang memanjakan setiap pengunjung.
Ketika musim hujan tiba, kawasan Bukit Lemparan berubah menjadi hamparan hijau yang menghadirkan suasana sejuk sekaligus menyegarkan sepanjang kawasan wisata.
Sementara saat musim kemarau berlangsung, rumput berubah menjadi kecokelatan dengan nuansa keemasan yang tetap memberikan pesona berbeda bagi para wisatawan.
Panorama terbuka di kawasan ini juga menjadikannya lokasi favorit menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam dengan latar pemandangan perbukitan yang indah.
Fasilitas Bukit Lemparan hingga kini masih tergolong sederhana karena pengelolaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut.
Pengunjung umumnya dikenakan biaya parkir sekitar Rp5.000 sebagai bagian pengelolaan kawasan sekaligus mendukung kenyamanan selama aktivitas wisata berlangsung bersama.
Walaupun fasilitas belum selengkap destinasi wisata besar, masyarakat sekitar terus berupaya menjaga kenyamanan sekaligus kebersihan kawasan bagi seluruh pengunjung.
Pada hari biasa, jumlah wisatawan yang datang dapat mencapai ratusan orang dan biasanya meningkat ketika akhir pekan maupun musim liburan tiba.
Area parkir yang tersedia juga membantu menjaga kendaraan wisatawan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang masih memanfaatkan jalur menuju ladang sekitar.
Salah satu keunggulan Bukit Lemparan terletak pada jalur trekking yang tidak terlalu ekstrem sehingga cocok bagi wisatawan dengan pengalaman terbatas.
Dari area parkir menuju lokasi utama, wisatawan menempuh perjalanan sekitar dua kilometer melalui jalur tanjakan ringan hingga sedang yang cukup nyaman.
Beberapa bagian jalur tergolong terbuka sehingga pengunjung akan langsung merasakan paparan sinar matahari selama perjalanan menuju kawasan Bukit Lemparan tersebut.
Karena tingkat kesulitannya ringan hingga menengah, Bukit Lemparan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mencoba aktivitas trekking untuk pertama kalinya.
Meski demikian, pengunjung tetap dianjurkan berjalan santai, membawa air minum, serta tidak memaksakan perjalanan ketika cuaca sedang kurang bersahabat.
Waktu terbaik mengunjungi Bukit Lemparan adalah pagi sebelum pukul 08.00 WIB ketika udara masih terasa sejuk serta suasana relatif tenang.
Sore hari menjelang matahari terbenam juga menjadi pilihan ideal karena cahaya matahari terlihat lebih lembut dengan panorama perbukitan semakin memukau.
Selain nyaman digunakan berjalan, waktu tersebut menjadi kesempatan tepat bagi wisatawan yang ingin mengabadikan pemandangan Bukit Lemparan melalui berbagai sudut terbaik.
Karena fasilitas di kawasan atas bukit masih terbatas, wisatawan sebaiknya mempersiapkan perlengkapan pribadi sebelum memulai perjalanan menuju lokasi wisata tersebut.
Perlengkapan yang disarankan meliputi sepatu atau sandal gunung, air minum, topi, jas hujan ringan, serta kantong sampah untuk kebutuhan pribadi.
Persiapan sederhana tersebut membantu membuat perjalanan menuju Bukit Lemparan terasa lebih nyaman sekaligus mendukung upaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam. (vip)
















