Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Jumlah Penduduk Indonesia Capai 290,1 Juta Jiwa, Bonus Demografi Masih Berlangsung
Polres Kebumen Siagakan Personel Hadapi Ancaman Karhutla di Puncak Musim Kemarau

Polres Kebumen Siagakan Personel Hadapi Ancaman Karhutla di Puncak Musim Kemarau

Puncak Kemarau, Polisi Disiagakan Hadapi KebakaranPuncak Kemarau, Polisi Disiagakan Hadapi Kebakaran
SIAGA: Polres Kebumen menyiagakan personil untuk menghadapi puncak kemarau yang dinilai rawan kebakaran saat pelaksanaan Apel Pagi, Rabu (4/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Kebumen.

Sejumlah titik kebakaran yang muncul dalam beberapa waktu terakhir mendorong Polres Kebumen meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi.

Selain menyiapkan personel, Polres Kebumen juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan puncak musim kemarau tahun ini ditandai dengan menurunnya intensitas curah hujan serta meningkatnya suhu udara.

Kondisi tersebut menyebabkan vegetasi menjadi lebih kering sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat.

Di sisi lain, sejumlah titik kebakaran telah ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Kebumen.

Situasi tersebut menjadi peringatan agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan sehingga kejadian serupa tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil, tetapi juga merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, hingga menghambat berbagai aktivitas masyarakat,” ujar Kapolres saat memimpin apel pagi, Rabu (4/8).

Menurut Kapolres, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi.

Dibutuhkan sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Kebumen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi terkait, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat berjalan optimal.

Koordinasi yang baik antarinstansi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Dengan demikian, penyebaran api dapat segera dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

Kapolres menjelaskan bahwa apel kesiapsiagaan yang digelar juga bertujuan memastikan seluruh personel beserta peralatan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

Pemeriksaan terhadap kesiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi selama musim kemarau masih berlangsung.

“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di lapangan,” katanya.

Selain memperkuat kesiapan aparat, Polres Kebumen juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting karena sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia maupun kelalaian dalam menggunakan api.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca sangat kering dan angin bertiup cukup kencang.

Selain itu, warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area yang berdekatan dengan lahan kosong, kebun, maupun kawasan hutan.

Api yang tampak kecil dapat dengan cepat membesar apabila mengenai rerumputan atau dedaunan kering.

Apabila masyarakat menemukan titik api atau indikasi kebakaran, Kapolres meminta agar segera melaporkannya kepada aparat atau instansi terkait sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum api meluas ke wilayah lain.

Ia kembali mengingatkan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat kelalaian manusia.

Karena itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penting untuk menekan jumlah kejadian karhutla selama musim kemarau.

Melalui peningkatan kesiapsiagaan personel, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan aktif masyarakat, Polres Kebumen berharap risiko kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau dapat diminimalkan.

Upaya pencegahan sejak dini diharapkan mampu melindungi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, serta mengurangi potensi kerugian akibat kebakaran yang lebih besar. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Penduduk RI Tembus 290 Juta Jiwa

Jumlah Penduduk Indonesia Capai 290,1 Juta Jiwa, Bonus Demografi Masih Berlangsung