Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Menko Polkam Tegaskan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Bukan Antisipasi Aksi Demonstrasi
Pemkab Kebumen Luncurkan Gempita Pangan untuk Cetak Petani Milenial Tangguh

Pemkab Kebumen Luncurkan Gempita Pangan untuk Cetak Petani Milenial Tangguh

Pemkab Resmi Luncurkan Gempita PanganPemkab Resmi Luncurkan Gempita Pangan
LAUNCHING: Peluncuran program dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani di halaman Pendopo Kabumian, Selasa (4/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi meluncurkan Gerakan Mencetak Petani Milenial Tangguh (Gempita Pangan) sebagai langkah mempercepat regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan pengembangan agribisnis modern.

Peluncuran Gempita Pangan dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani di halaman Pendopo Kabumian, Selasa (4/8).

Momentum tersebut ditandai dengan penerbangan drone pertanian sebagai simbol dimulainya transformasi pertanian modern di Kabupaten Kebumen.

Penerbangan drone pertanian menjadi gambaran bahwa sektor pertanian kini terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap penggunaan teknologi modern dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah pandangan generasi muda bahwa pertanian merupakan sektor yang memiliki prospek cerah.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan maupun kesuburan tanah, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelola sektor tersebut.

“Pertanian harus menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, saya yakin pertanian mampu menjadi profesi yang menjanjikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hj Lilis.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menjadi petani modern.

Kehadiran petani milenial dinilai mampu menghadirkan inovasi baru, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menciptakan usaha pertanian yang lebih kompetitif di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Program Gempita Pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi pertanian.

Pemerintah Kabupaten Kebumen juga menargetkan lahirnya petani milenial yang memiliki kemampuan mengembangkan agribisnis secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk pertanian agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Sebagai implementasi program tersebut, Gempita Pangan menghadirkan dua program utama yang dirancang untuk membangun minat sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang pertanian.

Program pertama adalah Gema Tani, yaitu kegiatan yang bertujuan mengenalkan dunia pertanian kepada para pelajar sejak usia dini.

Melalui program ini, pemerintah ingin menumbuhkan ketertarikan terhadap sektor pertanian modern sehingga semakin banyak anak muda yang menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi di masa depan.

Sementara itu, program kedua adalah Gempita X-Pedition. Program ini memberikan kesempatan kepada petani milenial untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis, memperluas wawasan, serta memahami berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pertanian.

Selain meluncurkan Gempita Pangan, Pemerintah Kabupaten Kebumen juga membentuk Milenial Agribisnis Forum (MAF) sebagai wadah kolaborasi bagi petani muda dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Forum tersebut mempertemukan petani milenial, penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah dalam satu ruang kolaborasi.

Kehadiran MAF diharapkan mampu mempercepat pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas peluang kerja sama di bidang agribisnis.

Melalui forum tersebut, para petani muda juga akan memperoleh akses terhadap berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan usaha, hingga pengembangan jejaring pemasaran produk pertanian.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern, inovatif, dan berdaya saing.

Program Gempita Pangan menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mempersiapkan regenerasi petani di tengah tantangan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Dengan mengombinasikan teknologi, pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap lahir petani-petani muda yang profesional, mandiri, serta mampu menjaga ketahanan pangan daerah.

Melalui peluncuran program ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Kehadiran petani milenial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ketahanan pangan di Kabupaten Kebumen. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Mal Dipagar Tinggi Tuai Polemik

Menko Polkam Tegaskan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Bukan Antisipasi Aksi Demonstrasi