Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

12 Desa di Kebumen Dilanda Kekeringan, Pemkab Mulai Distribusi Bantuan Air Bersih

Pemkab Siapkan 100 Tangki Air BersihPemkab Siapkan 100 Tangki Air Bersih
SALURKAN: Pemkab Kebumen menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang dilanda kekeringan akibat musim kemarau tahun ini

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dampak musim kemarau 2026 semakin meluas di Kabupaten Kebumen.

Memasuki awal Agustus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat sedikitnya 12 desa di enam kecamatan mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Seluruh desa terdampak telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Pelepasan armada truk tangki dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani, di Pendopo Kabumian sebagai tanda dimulainya penyaluran bantuan pada musim kemarau tahun ini.

Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan BPBD Kabupaten Kebumen.

Prioritas diberikan kepada desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih paling parah, terutama wilayah pelosok yang sulit memperoleh sumber air alternatif.

“Kami tentunya membantu desa-desa yang berada di pelosok. Distribusi dilakukan secara bertahap dan saat ini baru sebelas desa yang kami bantu,” ujarnya.

Tahap awal distribusi menyasar 11 desa yang dinilai paling membutuhkan bantuan berdasarkan hasil pemetaan lapangan.

Pemerintah daerah memastikan penyaluran akan terus dilakukan seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, menjelaskan seluruh desa yang terdampak kekeringan telah mengirimkan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah.

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, BPBD telah menyiapkan cadangan air bersih dalam jumlah besar.

“Tahun ini, BPBD Kebumen menyiapkan tangki air bersih, terdiri dari 100 tangki dari APBD, APBD perubahan bertambah 1.400 tangki dan 107 tangki dari sisa dana CSR,” ujar Udy yang didampingi Bako Humas BPBD, Heri Purwoto.

Dengan total lebih dari 1.600 tangki air bersih yang disiapkan, pemerintah berharap distribusi dapat terus berlangsung hingga musim kemarau berakhir.

Ketersediaan cadangan tersebut juga menjadi bagian dari strategi mitigasi apabila jumlah desa terdampak terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang.

Bako Humas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan apabila kebutuhan air bersih meningkat melebihi perkiraan.

Selain memanfaatkan anggaran pemerintah daerah, dukungan dari sektor swasta juga akan dioptimalkan.

“Bila ada kebutuhan meningkat, pemenuhan akan diperkuat melalui dukungan CSR, TJSL, pergeseran anggaran, maupun Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelas Heri.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila wilayahnya mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Mekanisme pengajuan bantuan dilakukan melalui pemerintah desa yang kemudian diketahui pemerintah kecamatan sebelum diteruskan kepada BPBD Kabupaten Kebumen.

Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen lapangan guna menentukan tingkat kebutuhan dan menyusun jadwal distribusi air bersih sesuai prioritas.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Dengan distribusi yang terencana dan tepat sasaran, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi sehingga aktivitas sehari-hari dapat terus berjalan dengan baik,” ujar Heri.

Pemerintah Kabupaten Kebumen juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi meluasnya kekeringan di sejumlah wilayah lain.

Koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait terus dilakukan agar penanganan dapat berlangsung cepat apabila muncul desa baru yang mengalami krisis air bersih.

Melalui distribusi air bersih secara bertahap, penyediaan cadangan lebih dari 1.600 tangki, serta dukungan berbagai sumber pendanaan, Pemkab Kebumen berharap dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijaksana agar ketersediaan air bersih tetap terjaga hingga musim hujan kembali tiba. (cah/mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Polisi Mulai Usut Pengeroyokan Wasit Tarkam

Kasus Pengeroyokan Wasit di Purbalingga Naik Penyidikan, Polisi Panggil Saksi dari Dua Tim

Berita Selanjutnya
Giliran Nadiem Gugat Vonis Chromebook

Banding Kasus Chromebook, Kuasa Hukum Nadiem Makarim Sebut Putusan Hakim Keliru