BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah dalam proses pendirian di Kecamatan Sumpiuh.
Hingga saat ini, baru dua dapur yang telah beroperasi, salah satunya berlokasi di wilayah Kecamatan Kemranjen. Dapur ini turut menyalurkan makanan kepada penerima manfaat MBG di Sumpiuh.
Dalam upaya meningkatkan efektivitas program ini, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Sumpiuh menyelenggarakan rapat koordinasi pada Rabu (1/10).
Pertemuan ini melibatkan berbagai elemen lintas sektoral, pengelola dapur, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas distribusi MBG dan menindaklanjuti evaluasi program sebelumnya.
Camat Sumpiuh, Ahmad Suryanto, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Bupati Banyumas.
“Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Bupati, kami mengadakan koordinasi di wilayah kecamatan sebagai upaya perbaikan setelah adanya kasus MBG,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai jumlah penerima manfaat MBG di wilayah Sumpiuh yang terdiri dari sekitar 15 ribu siswa TK/PAUD, SMP dan SMA sederajat, 3.600 kelompok balita, ibu hamil dan menyusui (B3), serta 1.400 santri pondok pesantren.
Wati, pemilik dapur MBG di Kemranjen, menyatakan bahwa sebelum mendistribusikan makanan ke wilayah Sumpiuh, pihaknya telah melakukan konsultasi terlebih dahulu.
Menurutnya, jarak antara dapur dan penerima manfaat kurang dari enam kilometer serta masih berada dalam lingkup satu kabupaten sehingga sesuai dengan aturan yang berlaku.
Koordinator Korwil Dindik Sumpiuh, Sutomo, menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pengelola dapur MBG.
“Setelah pertemuan ini, kita agendakan duduk bersama lagi dengan pengelola dapur MBG untuk sinkronisasi data termasuk soal enam dapur baru,” katanya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala data yang tidak akurat.
Rahadian Prasetyo selaku Koordinator Kecamatan Sumpiuh Badan Gizi Nasional (BGN) menambahkan bahwa pembagian kuota penerima manfaat akan mengalami penataan ulang.
“Dapur MBG yang sudah operasional ada perubahan kuota menyesuaikan jumlah dapur baru. Untuk dapur di luar wilayah kecamatan keputusannya dikembalikan ke kecamatan,” ungkapnya.
Forkompimcam Sumpiuh memberikan apresiasi kepada pengelola dapur dari Kemranjen yang telah membantu melayani kebutuhan MBG meskipun hanya ada satu dapur operasional di Sumpiuh saat ini.
Kuota penerima manfaat masih menjadi topik pembahasan yang akan dibawa pada pertemuan berikutnya untuk memastikan semua pihak mendapatkan alokasi yang adil dan tepat sasaran dalam program ini.
Pertemuan Forkompimcam Sumpiuh ini berlangsung di Pendopo Surya Kusuma Yuda pada Rabu (1/10) dan menjadi langkah konkret untuk menjamin keberlangsungan dan keberhasilan program makan bergizi gratis bagi masyarakat setempat.
Dengan memperhatikan setiap detail dalam pelaksanaan dan distribusi program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan gizi masyarakat terutama bagi kalangan anak-anak sekolah balita hingga ibu hamil dan menyusui serta santri pondok pesantren.
Tujuan utama dari Program Makan Bergizi Gratis ini adalah untuk meningkatkan asupan gizi bagi kelompok-kelompok rentan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait distribusi makanan harapannya tidak ada lagi kasus kekurangan gizi atau ketidakmerataan distribusi pangan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut Ahmad Suryanto mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan pengelola program seperti MBG memang sangat diperlukan agar semua kebijakan bisa berjalan efektif dan efisien di lapangan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi program ini secara berkala agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis mendapatkan perhatian khusus karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan akses terbatas terhadap sumber pangan bergizi.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah Banyumas serta kolaborasi antar sektor maka harapan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pun semakin nyata.(fij/dda)
















