BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Ajang tahunan Cilacap Fashion Trend 2026 kembali digelar di Alun-Alun Cilacap pada Sabtu (6/12), menampilkan sembilan desainer lokal yang memamerkan karya-karya terbaik mereka.
Dengan tema “Menyulam Budaya, Menyapa Dunia,” acara ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong industri kreatif berbasis budaya lokal.
Koordinator Lapangan Fashion Trend 2026, Galan Bagus Reswara, menyampaikan bahwa acara ini adalah platform yang memungkinkan para perancang lokal untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mereka kepada masyarakat luas.
Seluruh desainer yang berpartisipasi menghadirkan koleksi busana yang mengangkat ciri khas Kabupaten Cilacap, seperti motif parang, mendoan, dan bunga wijayakusuma.
“Kami ingin menampilkan yang terbaik untuk warga Cilacap. Harapannya, para desainer semakin percaya diri untuk berkarya,” ujar Galan.
Kesembilan desainer tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yang hadir dan memperhatikan dengan seksama setiap detail motif daerah dalam rancangan para desainer.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, turut hadir dalam acara ini dan bahkan ikut serta melenggang di runway dengan mengenakan busana bercorak khas Cilacap.
Dalam sambutannya, Syamsul menjelaskan bahwa penyelenggaraan Cilacap Fashion Trend “2026”, yang diadakan di akhir tahun 2025 ini, merupakan bagian dari strategi besar untuk menjadikan Cilacap sebagai salah satu pusat tren mode daerah pada tahun 2026 mendatang.
“Semoga ajang ini dapat mengembangkan bakat dan minat desainer yang ada di Kabupaten Cilacap,” ungkapnya penuh harapan.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap telah menetapkan sepuluh motif batik resmi melalui Surat Keputusan Bupati.
Motif-motif tersebut terinspirasi dari keindahan alam, flora dan fauna setempat, serta elemen lingkungan lainnya yang mencerminkan identitas khas wilayah Cilacap.
Upaya ini tidak hanya memperkaya warisan budaya lokal tetapi juga membuka peluang bagi industri mode untuk lebih berkembang.
Rangkaian kegiatan selama dua hari, 6–7 Desember, tak hanya berfokus pada peragaan busana semata.
Beragam aktivitas menarik lainnya turut meramaikan acara ini, seperti lomba mewarnai yang diikuti oleh 250 peserta muda berbakat, lomba desain dengan sepuluh finalis terpilih menunjukkan kreativitas mereka dalam merancang busana unik.
Selain itu, Zumba Party dan lomba dance antar SMA se-Barlingmascakeb juga digelar untuk menghibur pengunjung dan peserta.
Tak ketinggalan pula line dance dengan partisipasi lebih dari 600 orang menambah semarak suasana.
Tidak hanya itu saja, sebanyak 100 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dilibatkan dalam area alun-alun sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal.
Kehadiran UMKM diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah sekaligus mempromosikan produk-produk lokal kepada khalayak luas yang hadir dalam acara tersebut.
Cilacap Fashion Trend 2025 telah membuktikan dirinya sebagai salah satu panggung besar bagi para desainer lokal untuk memperkenalkan karya-karya mereka sekaligus menunjukkan potensi budaya Cilacap dalam industri mode.
Ini adalah langkah strategis untuk memposisikan Kabupaten Cilacap sebagai pusat tren mode daerah di masa depan.
Dengan demikian, upaya pemerintah daerah bersama komunitas kreatif lokal tidak hanya sebatas pelestarian budaya tetapi juga inovatif dalam menciptakan trend baru yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (jul/stch/dda)
















