BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan induk dari jaringan ritel Alfamart, kembali menunjukkan agresivitas ekspansinya di sektor ritel modern.
Dalam aksi korporasi strategis, AMRT resmi mengambil alih kepemilikan saham Lawson Indonesia dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), sebuah langkah signifikan yang dinilai akan memperluas cakupan bisnis dan memperkuat posisi perusahaan di industri ritel Tanah Air.
Lawson sendiri merupakan jaringan convenience store ternama asal Jepang yang mengusung konsep gerai nyaman dan modern.
Gerai ini dikenal menawarkan berbagai produk makanan serta minuman siap saji, dan sering kali dilengkapi dengan area makan di tempat, menyesuaikan gaya hidup masyarakat urban yang mengutamakan kenyamanan dan kecepatan layanan.
Di Jepang, Lawson telah menjadi salah satu pemain besar dalam sektor ritel, dan kehadirannya di Indonesia dimulai sejak 31 Juli 2011. Kehadiran awalnya dilakukan melalui kerja sama dengan MIDI, yang saat itu berperan sebagai pengelola utama. Seiring waktu, Lawson terus berkembang dengan menawarkan pengalaman belanja yang praktis, cepat, dan ramah konsumen.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis ke publik dan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 14 Mei 2025, AMRT mengumumkan telah mengakuisisi 1.484.855.160 lembar saham PT Lancar Wiguna Sejahtera—entitas pengelola Lawson Indonesia—dari MIDI. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp200,45 miliar, atau sekitar Rp135 per saham.
Tomin Widian, selaku Corporate Secretary AMRT, memastikan bahwa aksi korporasi ini telah sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan tidak terdapat konflik kepentingan dalam transaksi tersebut sehingga tidak diperlukan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Transaksi ini tidak tergolong sebagai transaksi benturan kepentingan sesuai POJK 42/2020, dan juga bukan transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020,” ujar Tomin, memberikan jaminan bahwa langkah ini dilakukan dengan memperhatikan aspek tata kelola perusahaan yang baik.
Langkah akuisisi ini menunjukkan strategi jangka panjang AMRT dalam mengukuhkan dominasi bisnisnya di industri ritel, khususnya di segmen convenience store yang terus mengalami pertumbuhan.
Dengan menguasai penuh Lawson Indonesia, AMRT memiliki peluang besar untuk memperluas jaringan layanannya di tengah meningkatnya preferensi konsumen terhadap konsep toko modern yang cepat dan efisien.
Akuisisi ini juga mencerminkan keyakinan AMRT terhadap potensi besar pasar convenience store di Indonesia, yang semakin berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Integrasi penuh atas Lawson diperkirakan akan memberikan sinergi yang kuat dengan ekosistem bisnis Alfamart dan unit usaha lain di bawah kendali AMRT.
Dengan penetrasi yang kuat dan distribusi yang luas, AMRT berpotensi mengoptimalkan operasional Lawson Indonesia untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah strategis.
Langkah ini tidak hanya akan memperluas pilihan konsumen, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan ketat industri ritel modern di Indonesia. (*/stch)
















