Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

12 Madrasah Jadi Percontohan Nasional “Kurikulum Cinta”, Pendidikan Berbasis Nilai Kasih Sayang

12 madrasah jadi percontohan nasional12 madrasah jadi percontohan nasional
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah.

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan program Kurikulum Cinta yang bertujuan untuk menciptakan transformasi pembelajaran madrasah yang lebih humanis dan penuh kasih sayang.

Pada tahap awal, 12 madrasah di seluruh Indonesia ditetapkan sebagai percontohan (piloting) implementasi dari kurikulum ini, yang mencakup seluruh jenjang pendidikan, dari usia dini hingga menengah atas.

Nyayu Khodijah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, menjelaskan bahwa penetapan 12 madrasah ini sebagai percontohan bertujuan untuk mendorong perubahan dalam proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada nilai kasih sayang dan kemanusiaan.

“Program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ini adalah bagian dari komitmen besar Kemenag untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing global, namun tetap mengakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 14 Mei 2025.

Penunjukan madrasah piloting KBC ini tercantum dalam Surat Tugas Nomor 79/Dt.I.I/04/2025 yang diterbitkan pada 25 April 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Direktorat KSKK Madrasah untuk mengimplementasikan kurikulum yang tidak hanya berfokus pada keterampilan akademis, tetapi juga pada karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan utama.

Nyayu juga menambahkan bahwa, selain berorientasi pada pendidikan karakter, kurikulum ini dirancang untuk menciptakan sebuah gerakan pendidikan berbasis cinta, empati, dan kemanusiaan yang nyata.

Dia menegaskan bahwa madrasah seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh nilai yang dapat tumbuh secara positif bagi para siswa.

“Ini bukan hanya soal kurikulum, tapi gerakan pendidikan berbasis cinta, empati, dan kemanusiaan yang nyata. Madrasah harus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan dan penuh nilai,” imbuh Nyayu Khodijah.

Madrasah yang terpilih untuk program piloting KBC ini memiliki tanggung jawab strategis. Mereka harus melaksanakan penguatan implementasi KBC di lingkungan madrasah masing-masing, serta menyiapkan dokumen perencanaan pembelajaran, asesmen, dan pelaporan yang berlandaskan pada nilai kasih sayang.

Selain itu, madrasah juga diharapkan untuk mendokumentasikan praktik baik yang muncul selama pelaksanaan KBC dan melaporkan hasilnya secara rutin kepada Direktorat KSKK Madrasah melalui Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.

Dengan adanya kurikulum ini, Kemenag berharap tidak hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga memberikan penghangatan emosional yang dapat menumbuhkan karakter rahmatan lil alamin bagi setiap anak didik, yang menjadi tujuan utama pendidikan di madrasah.

“Melalui KBC, kita ingin memastikan bahwa proses belajar tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menghangatkan dan menumbuhkan karakter anak didik sebagai insan rahmatan lil alamin,” pungkas Nyayu.

Kurikulum Cinta ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pendidikan berbasis karakter, yang menjadi landasan penting bagi generasi muda di Indonesia.

Dengan memadukan kecerdasan intelektual dan nilai-nilai kemanusiaan, Kemenag yakin bahwa program ini dapat mendukung tercapainya visi pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan karakter yang positif bagi siswa di seluruh madrasah. (*)

Berita Sebelumnya
Vaksin tbc m72 masuki uji klinis fase 3 di indonesia, bpom tegaskan keamanan dan potensi besarnya

Vaksin TBC M72 Masuki Uji Klinis Fase 3 di Indonesia, BPOM Tegaskan Keamanan dan Potensi Besarnya

Berita Selanjutnya
Kasus kekerasan anak di cilacap tinggi, pemkab dorong forum anak cegah bullying dan pelecehan

Kasus Kekerasan Anak di Cilacap Tinggi, Pemkab Dorong Forum Anak Cegah Bullying dan Pelecehan