BANYUMASEKSPRES.ID, Andre Taulany resmi mengakhiri rumah tangganya dengan Rien “Erin” Wartia Trigina setelah mengucapkan ikrar talak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025).
Peristiwa ini menandai berakhirnya pernikahan mereka yang telah berlangsung selama 18 tahun.
Proses perceraian yang panjang dan penuh tantangan ini akhirnya mencapai titik akhir, membawa perubahan signifikan dalam kehidupan keduanya.
Andre, dalam keterangannya kepada awak media di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengaku merasa lega setelah proses tersebut selesai.
Ia menggambarkan betapa berat perjalanan menuju status duda ini, dengan berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang agar semua dapat berjalan baik.
“Alhamdulillah, lega. Bersyukur meski prosesnya berat karena ada hal-hal yang harus saya jaga,” ujar Andre sambil menekankan pentingnya menjaga keseimbangan selama menjalani proses perceraian.
Meski perpisahan bukanlah keputusan ringan, Andre melihatnya sebagai kesempatan untuk merancang kembali hidupnya.
Harapan besar ia sematkan pada fase baru ini agar membawa ketenangan serta arah yang lebih baik bagi kehidupannya ke depan.
“Semoga setelah ini, semua akan menjadi lebih baik. Saatnya fokus sama diri sendiri dan menata hidup baru,” ungkapnya penuh harap.
Perubahan status dari suami menjadi duda tidak mengubah komitmen Andre sebagai seorang ayah.
Ia menegaskan bahwa perannya sebagai orang tua tetap menjadi prioritas utama.
Dalam kondisi berpisah dengan Erin, Andre tetap berkomitmen untuk hadir dalam kehidupan ketiga anak mereka.
Hubungan baik antara dirinya dan mantan istri dianggap sangat penting agar anak-anak tetap merasa aman meskipun kedua orang tua mereka tidak lagi bersama.
“Kami sudah sepakat untuk co-parenting, jadi partner yang baik satu sama lain untuk mendampingi anak-anak sampai besar nanti. Enggak mungkin kami putus komunikasi,” kata Andre dengan keyakinan.
Proses perceraian yang rumit dan melelahkan tidak membuat Andre mengalami trauma terhadap institusi pernikahan itu sendiri.
Ia justru memandang pernikahan sebagai suatu bentuk ibadah dan memahami bahwa takdir bisa saja membawa sebuah hubungan ke titik akhir yang tidak bisa dihindari lagi.
“Apa yang terjadi saat ini tidak membuat saya ketakutan untuk menikah lagi. Menikah itu ibadah. Kalau pun berpisah, berarti jodohnya cuma sampai di situ,” katanya dengan bijak.
Meskipun demikian, Andre menyatakan tidak ingin terburu-buru memulai hubungan baru pasca perceraian ini.
Ia memilih untuk mengambil waktu guna memulihkan diri dan menata ulang prioritas hidupnya dengan lebih teliti serta memberikan perhatian penuh pada anak-anaknya.
Di tengah pergulatan emosional ini, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan keluarga menjadi pusat perhatiannya.
Di akhir pernyataannya kepada media, Andre menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga serta pihak-pihak yang mungkin terdampak atas keputusan perpisahannya dengan Erin.
Ia juga menegaskan bahwa perceraian tersebut bukan tentang siapa yang kalah atau menang tetapi lebih kepada keikhlasan menerima kenyataan bahwa mereka telah gagal mempertahankan rumah tangga yang dibangun hampir dua dekade lamanya. (*/dda)
















