Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Donald Trump Dicemooh Penonton saat Serahkan Trofi Juara Final Piala Dunia 2026
Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet, Prabowo Fokus Percepat Program Prioritas

Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet, Prabowo Fokus Percepat Program Prioritas

Istana Bantah Reshuffle KabinetIstana Bantah Reshuffle Kabinet
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Istana Kepresidenan membantah kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.

Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan isu reshuffle yang belakangan ramai diperbincangkan tidak benar.

Menurutnya, Presiden Prabowo masih memusatkan perhatian pada evaluasi serta percepatan kinerja seluruh kementerian.

“Enggak ada isu reshuffle. Tidak ada, belum ada,” kata Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.

“Kita mana tahu soal itu (reshuffle),” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah menteri belakangan menjadi perhatian publik karena beberapa polemik yang muncul.

Salah satunya adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang mengaku pernah ditinggalkan amplop oleh Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pelepasan kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menolak laporan gratifikasi yang diajukan Raja Juli.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, perkara tersebut sudah masuk tahap penyidikan sehingga penanganannya menjadi bagian dari proses penindakan.

“Laporan gratifikasi yang dilakukan Pak Menhut ini sudah case closed, sedangkan dalam penindakan masih akan terus didalami keterkaitannya,” jelas Budi.

Sorotan juga mengarah kepada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo setelah beredar dokumen administrasi perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang mencantumkan nama istri dan anaknya.

Hal tersebut memunculkan dugaan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan keluarga.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menegaskan bahwa apabila anggota keluarga ikut dalam perjalanan, seluruh biayanya akan menggunakan dana pribadi, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau memang terjadi ada pemberangkatan dari anggota keluarga, pembiayaan akan menggunakan dana pribadi,” katanya.

Tak lama setelah polemik mencuat, Dody Hanggodo membatalkan rencana perjalanan dinasnya ke Amerika Serikat.
Hingga saat ini, Istana tetap menegaskan belum ada agenda reshuffle kabinet.

Pemerintah memilih memusatkan perhatian pada percepatan pelaksanaan program-program strategis yang telah menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Trump Dicemooh Saat Serahkan Trofi Piala Dunia

Donald Trump Dicemooh Penonton saat Serahkan Trofi Juara Final Piala Dunia 2026