BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi dan aktris tersebut mengaku tengah memusatkan perhatian untuk mengembangkan bisnis di sektor perkebunan, persawahan, serta peternakan ayam yang telah dirintis selama beberapa tahun terakhir.
Keputusan itu diambil karena ia ingin memiliki usaha yang berkelanjutan sekaligus tidak bergantung sepenuhnya pada industri entertainment.
Menurut Aura Kasih, ketertarikannya pada sektor pertanian dan peternakan bukan muncul secara tiba-tiba.
Perempuan asal Tasikmalaya tersebut mengaku tumbuh dengan latar belakang keluarga yang dekat dengan kehidupan pedesaan.
Pengalaman itu membuatnya akrab dengan aktivitas di sawah maupun kebun sejak kecil, sehingga tidak merasa asing ketika memutuskan terjun ke dunia usaha di bidang tersebut.
“Aku itu memang sudah dari 24 tahun lalu melakukan usaha, karena memang basiknya dari kampung. Jadi, memang mencoba melakukan bisnis di usaha itu (perkebunan dan peternakan ayam). Tentu aku harus terus belajar,” ujar Aura Kasih.
Meski telah lama memiliki ketertarikan di bidang usaha, Aura Kasih mengaku mulai lebih serius mengembangkan bisnisnya sejak pandemi Covid-19.
Situasi saat itu membuat banyak sektor usaha terdampak, termasuk industri hiburan.
Kondisi tersebut menjadi titik balik baginya untuk mempersiapkan sumber pendapatan lain yang lebih stabil di masa depan.
“Aku tuh agak kolot pemikirannya, dari dahulu sih, dari empat tahun lalu kayaknya, mungkin pada 2020-an, kayaknya pas Covid,” jelasnya.
Aura Kasih mengungkapkan bahwa pandemi membuatnya menyadari pentingnya memiliki usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat.
Ketidakpastian ekonomi ketika itu mendorongnya memikirkan langkah jangka panjang agar tetap memiliki pemasukan, meskipun aktivitas di dunia hiburan mengalami penurunan.
Ia juga mengaku sempat merasa khawatir ketika memulai bisnis di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
Berbagai kemungkinan, mulai dari pandemi hingga situasi global, menjadi pertimbangannya sebelum memutuskan untuk memperluas usaha di sektor pertanian dan peternakan.
“Aku bilang nih bisnis bagaimana ya? Seram ya, apalagi kan pas Covid. Lalu, kalau ada apa-apa bagaimana, kalau ada perang bagaimana?” ungkapnya.
Namun, dari berbagai kekhawatiran tersebut, Aura Kasih justru melihat peluang di sektor ketahanan pangan.
Ia kemudian membeli lahan sawah dan kebun, sekaligus membangun peternakan ayam sebagai bagian dari strategi bisnis yang diyakininya memiliki prospek jangka panjang.
“Jadi, ya sudah aku beli-beli sawah gitu, kebun, akhirnya bikin peternakan supaya ya itu dia ketahanan pangan mandiri,” katanya.
Menurut Aura Kasih, peternakan ayam dipilih karena kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam relatif stabil.
Ia menilai ayam merupakan salah satu sumber protein yang paling terjangkau sehingga permintaannya akan terus ada, terlepas dari kondisi ekonomi.
“Kalau untuk peternakan, tentu semua orang pasti butuh karena protein paling murah ayam. Makanya, aku main di ayam, jadi ayam sudah pasti dicari banyak orang,” jelasnya.
Selain mempertimbangkan peluang bisnis, Aura Kasih juga ingin membangun usaha yang memberikan manfaat jangka panjang.
Baginya, sektor pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi investasi yang dapat terus berkembang apabila dikelola dengan baik.
Meski kini lebih banyak menghabiskan waktu mengurus sawah, kebun, dan peternakan, Aura Kasih menegaskan bahwa dirinya tidak merasa malu menjalani aktivitas tersebut.
Ia justru bangga karena pekerjaan itu sesuai dengan latar belakang kehidupannya sejak kecil.
“Ngapain harus malu, enggak lah. Toh, basic aku kan orang kampung. Dahulu aku di kampung, Tasikmalaya kampung aku. Jadi, sudah terbiasa bergelut dengan main sawah, otomatis sudah terbiasa banget,” tuturnya.
Keputusan Aura Kasih fokus mengembangkan bisnis di bidang perkebunan, persawahan, dan peternakan ayam menjadi alasan utama dirinya kini lebih jarang tampil di dunia hiburan.
Meski begitu, ia tetap membuka peluang untuk berkarya di industri entertainment sambil terus mengembangkan usaha yang diyakini mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di masa mendatang. (*/stch/dda)














