Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bandara Pokemon Pertama di Dunia Hadir di Jepang, Daya Tarik Baru Wisata Prefektur Ishikawa

Bandara Pokemon Pertama di DuniaBandara Pokemon Pertama di Dunia
LUCU: Balon Pikachu dipajang di Bandara Noto, Kota Wajima, Prefektur Ishikawa, Jepang

BANYUMASEKSPRES.ID, JEPANG – Jepang kembali menghadirkan inovasi unik untuk membangkitkan sektor pariwisata. Bandara Noto di Kota Wajima, Prefektur Ishikawa, kini resmi berganti nama menjadi Bandara Noto Satoyama Pokemon with You.

Perubahan nama tersebut berlaku selama tiga tahun dan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan kawasan Semenanjung Noto setelah dilanda gempa bumi dahsyat pada awal 2024.

Dengan perubahan ini, Bandara Noto tercatat sebagai bandara pertama di dunia yang menggunakan nama Pokemon.

Langkah tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Prefektur Ishikawa dan Yayasan Pokemon with You yang bertujuan menghadirkan daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah daerah berharap kehadiran identitas baru ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke wilayah Noto yang selama dua tahun terakhir mengalami penurunan akibat dampak bencana.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang mengguncang Semenanjung Noto pada awal 2024 menyebabkan kerusakan besar serta menewaskan lebih dari 700 orang.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut juga berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.

Kini, suasana Bandara Noto berubah menjadi lebih meriah dengan sentuhan karakter Pokemon yang menghiasi hampir seluruh area terminal.

Pengunjung dapat menemukan ilustrasi 111 karakter Pokemon di berbagai sudut bandara, mulai dari ruang kedatangan, ruang tunggu, hingga area keberangkatan.

Tidak hanya dekorasi, restoran di dalam bandara juga menyajikan berbagai menu bertema Pokemon yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Beragam suvenir eksklusif juga tersedia sehingga pengunjung dapat membawa pulang kenang-kenangan khas Bandara Noto Satoyama Pokemon with You.

Saat peresmian pada Selasa (7/7/2026), suasana bandara semakin semarak dengan kehadiran maskot Pikachu yang mengenakan seragam pilot.

Maskot tersebut menyambut para penumpang yang tiba dari Bandara Haneda, Tokyo, sambil membagikan stiker edisi khusus dan brosur destinasi wisata di kawasan Semenanjung Noto.

Penyambutan tersebut menjadi simbol dimulainya kampanye promosi pariwisata baru yang diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat Jepang maupun wisatawan internasional, terutama para penggemar Pokemon yang tersebar di berbagai negara.

Gubernur Prefektur Ishikawa, Yamano Yukiyoshi, mengatakan perubahan nama bandara merupakan salah satu langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Menurutnya, Pokemon merupakan ikon budaya populer Jepang yang telah dikenal secara global sehingga memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan dari berbagai negara.

Ia berharap semakin banyak wisatawan dari wilayah Tokyo Raya maupun mancanegara yang menjadikan Bandara Noto sebagai pintu masuk untuk menikmati keindahan alam, budaya, serta kuliner khas Semenanjung Noto.

Selain meningkatkan jumlah wisatawan, pemerintah juga berharap meningkatnya aktivitas ekonomi dapat membantu masyarakat setempat yang masih berupaya bangkit pascabencana.

Perubahan wajah Bandara Noto mendapat sambutan positif dari masyarakat lokal.

Banyak warga mengaku bangga karena wilayah mereka menjadi lokasi bandara pertama di dunia yang mengusung nama Pokemon.

Sejumlah warga berharap konsep tersebut mampu menghidupkan kembali aktivitas pariwisata yang sempat menurun drastis setelah gempa.

Kehadiran wisatawan diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha, hotel, restoran, hingga sektor transportasi di kawasan tersebut.

Dengan konsep yang unik dan berbeda, Bandara Noto Satoyama Pokemon with You diharapkan tidak hanya menjadi pusat transportasi udara, tetapi juga destinasi wisata baru yang menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia.

Melalui kolaborasi antara budaya populer dan sektor pariwisata, Jepang kembali menunjukkan kreativitasnya dalam membangun ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan pesona wilayah Noto kepada dunia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tembok La Roja Menuju Final

Unai Simón Pecahkan Rekor 36 Tahun Walter Zenga, Jadi Kunci Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Berita Selanjutnya
Dapat Kejutan Romantis dari El Rumi

Usai Dirawat Akibat Infeksi Bakteri, Syifa Hadju Dapat Kejutan Romantis dari El Rumi