Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bupati Banjarnegara Goes to School di SMKN 1 Susukan, Kampanyekan Anti Bullying

Bupati Goes to School SMKN 1 SusukanBupati Goes to School SMKN 1 Susukan
MEMBAUR: Bupati Banjarnegara Amalia Desiana saat kegiatan goes to school di SMKN 1 Susukan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengingatkan kepada para pelajar agar menjauhi perundungan atau bullying, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial.

Pesan penting ini disampaikan oleh Amalia dalam acara “Bupati Goes to School” yang berlangsung di SMKN 1 Susukan, pada hari Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amalia berdialog dengan ratusan siswa dan menekankan bahwa lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman serta mendukung satu sama lain, bukan justru menjadi ruang untuk saling menjatuhkan.

Amalia menyoroti dampak serius dari perundungan yang belakangan ini semakin marak terjadi di kalangan remaja.

Ia menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental korban, tetapi juga dapat berujung pada tragedi.

Menurutnya, ada beberapa kasus di daerah lain yang berakhir tragis karena korban tidak mampu menahan tekanan dari lingkungan sosial yang negatif.

“Berkomunikasilah dengan baik, ubah ejekan menjadi saran yang membangun. Jangan sampai jempol atau perkataan kita membuat orang lain putus semangat atau merasa tersakiti,” tegasnya.

Dalam era digital saat ini, penggunaan media sosial semakin meluas di kalangan pelajar. Amalia juga mengingatkan para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Dia meminta agar pelajar berhenti memberikan komentar negatif yang dapat melukai mental orang lain.

“Media sosial bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Mari kita gunakan platform ini untuk menyebarkan hal-hal positif,” ujarnya.

Selain membahas isu bullying, Bupati Amalia juga memberi motivasi kepada siswa untuk terus berpikir positif dan tidak merasa iri terhadap keberhasilan orang lain.

Dalam pandangannya, kesuksesan seseorang seharusnya dijadikan sebagai pemicu semangat bagi pelajar lainnya, bukannya menumbuhkan rasa dengki atau ketidakpuasan.

“Bagaimana mau sukses kalau setiap hari isinya berpikir negatif atau menyakiti orang lain? Teruslah berpikir positif dan semangat mengejar cita-cita,” tambahnya dengan penuh semangat.

Dalam acara tersebut, Bupati Amalia juga memberikan apresiasi kepada dua siswa SMKN 1 Susukan, Lindan Tri Saputra dan Vanda Dwi Aprilianto.

Keduanya menarik perhatian setelah berhasil menemukan celah keamanan pada sistem milik NASA hanya dengan menggunakan telepon genggam.

Prestasi yang luar biasa ini menunjukkan bahwa pelajar dari daerah juga mampu bersaing di tingkat internasional.

“Ini membuktikan tidak ada yang tidak mungkin. Saya harap teman-teman yang lain tidak julid tetapi justru saling mendukung dan menjadikan ini sebagai motivasi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, kedua siswa itu mendapat hadiah berupa laptop dari Bupati Banjarnegara untuk mendukung pengembangan kemampuan mereka dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Hadiah ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan keterampilan serta kreativitasnya di dunia digital.

Kegiatan “Bupati Goes to School” bukan hanya sekadar seremoni semata, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat khususnya generasi muda.

Dengan dialog langsung seperti ini, diharapkan pesan-pesan positif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dapat lebih mudah diterima oleh para pelajar.

Bupati Amalia Desiana juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa-siswi mereka.

Dia berharap semua elemen pendidikan dapat bersinergi untuk melawan perundungan dan menyebarkan budaya saling menghargai antar sesama pelajar.

“Kami perlu bekerja sama agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademis tapi juga tempat tumbuh kembang karakter dan moral siswa,” pungkasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, masalah bullying di kalangan remaja merupakan isu global yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

Setiap tahun, banyak laporan mengenai dampak buruk dari perundungan mulai dari penurunan prestasi akademis hingga masalah kesehatan mental jangka panjang bagi korban.

Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui pendidikan adalah langkah strategis yang sangat diperlukan.

Di Indonesia sendiri, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk melawan perundungan dan mendorong sikap saling menghargai di kalangan anak muda.

Namun demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh sekolah-sekolah dalam menerapkan kebijakan anti-bullying secara efektif.

Hal ini termasuk perlunya program-program edukatif serta pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik agar mereka bisa lebih peka terhadap tanda-tanda bullying di lingkungan sekolah.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti “Bupati Goes to School”, diharapkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dapat meningkat secara signifikan di kalangan pelajar dan masyarakat umum. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kolam Retensi Disiapkan Atasi Banjir

Dua Kolam Retensi Akan Dibangun di Karangpucung Purwokerto untuk Kendalikan Banjir Sungai Bener

Berita Selanjutnya
Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Hewan Kurban Tidak Layak Konsumsi Akan Ditindak, DPPP Purbalingga Turunkan Tim Khusus