Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Kontrakan di Bantarsari Cilacap Ludes Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Kontrakan TerbakarDiduga Korsleting Listrik, Rumah Kontrakan Terbakar
PENDATAAN : Petugas Damkar Cilacap melakukan pendataan paska api berhasil dipadamkan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah rumah kontrakan yang terletak di Dusun Rawajaya, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap mengalami kebakaran pada Rabu (8/4) sekitar pukul 15.15 WIB.

Kebakaran ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada bangunan dan sejumlah barang berharga milik penghuni rumah.

Rumah tersebut dimiliki oleh Turiman, seorang pria berusia 50 tahun, dan pada saat kejadian, rumah itu tengah dihuni oleh Arifin, seorang lelaki berusia 45 tahun beserta istrinya.

Peristiwa kebakaran terjadi ketika Arifin dan istrinya meninggalkan rumah untuk membeli bahan kebutuhan bagi usaha warung mereka.

Hanya dalam waktu sepuluh menit setelah ditinggalkan, warga setempat mengabarkan bahwa rumah tersebut terbakar.

Mendapatkan informasi tersebut, Arifin dengan cepat meminta bantuan dan menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Sidareja.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung menuju lokasi dengan waktu respons sekitar sepuluh menit.

Namun, setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati bahwa api telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar menggunakan peralatan seadanya.

Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan yang bisa terjadi di area tersebut.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arif Widodo memberikan penjelasan mengenai dugaan penyebab kebakaran.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” ujarnya dalam sebuah wawancara pada Kamis (9/4).

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka, kebakaran ini menyebabkan kerugian yang cukup signifikan bagi pemilik rumah.

Bagian ruang tamu, kamar tidur, serta warung yang dijalankan oleh Arifin hangus terbakar.

Berbagai barang berharga seperti televisi, kulkas, sofa, pengeras suara, dan telepon genggam juga tidak luput dari kobaran api.

Kerugian akibat peristiwa kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta.

Gatot Arif Widodo juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang bisa disebabkan oleh instalasi listrik di rumah-rumah mereka.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan penggunaan peralatan listrik sesuai standar guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.

Kejadian kebakaran seperti ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan di lingkungan masyarakat.

Banyak orang mungkin merasa aman dengan kondisi instalasi listrik mereka tanpa menyadari adanya potensi bahaya yang mengintai.

Dalam situasi seperti ini, edukasi mengenai keselamatan listrik menjadi sangat penting untuk menjaga keselamatan semua anggota keluarga serta harta benda.

Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kebakaran akibat korsleting listrik semakin sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini menuntut perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat untuk lebih berhati-hati serta melakukan langkah-langkah preventif dalam menjaga keselamatan harta benda mereka.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pemadam Kebakaran diharapkan dapat memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai cara-cara pencegahan kebakaran yang efektif.

Sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik serta penggunaan peralatan yang memenuhi standar keamanan harus gencar dilakukan agar masyarakat lebih sadar akan risiko yang ada.

Kebanyakan orang mungkin tidak memahami pentingnya memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah mereka sebagai langkah awal dalam pencegahan kebakaran.

APAR dapat sangat membantu dalam memadamkan api kecil sebelum menjadi besar dan tak terkendali.

Selain itu, setiap keluarga harus memiliki rencana evakuasi darurat dan mengetahui titik kumpul jika terjadi kebakaran sehingga semua anggota keluarga dapat dengan cepat berkumpul di tempat aman.

Bencana kebakaran tidak hanya merugikan pihak individu tetapi juga bisa berdampak pada lingkungan sekitar serta menimbulkan kepanikan di kalangan warga lainnya.

Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama bagi setiap rumah tangga.

Sebagai penutup, insiden yang terjadi di Dusun Rawajaya ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik dan memperhatikan faktor keamanan lainnya yang dapat melindungi keluarga serta aset berharga kita dari ancaman kebakaran.

Kesadaran kolektif masyarakat terhadap keselamatan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi kita semua.

Dinas Pemadam Kebakaran Cilacap terus berkomitmen untuk melakukan pendataan pasca kejadian sebagai langkah evaluasi serta upaya peningkatan layanan pemadaman dan penyelamatan ke depan.

Dengan harapan semoga insiden seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang demi keselamatan bersama. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bawa Sekolah NU Go Digital Berbasis Pesantren

Ketua Baru LP Ma’arif NU Kebumen Dorong Pendidikan Berbasis Pesantren dan AI

Berita Selanjutnya
Kartu Nusuk Haji Siap 100 Persen

Kartu Nusuk Jemaah Haji 2026 Siap 100 Persen, Dibagikan di Embarkasi