BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berinovasi untuk mengatasi masalah pencemaran bau yang sering muncul dari tumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Dalam upaya ini, DLH menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo untuk memanfaatkan sebuah inovasi bernama eco lindi.
Cairan ini dinilai efektif dalam menetralisir bau tak sedap dengan cepat, menawarkan solusi inovatif pada permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, menjelaskan bahwa penerapan eco lindi telah melalui serangkaian uji coba yang melibatkan berbagai konsentrasi cairan.
Hasilnya cukup menjanjikan, menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat bau.
“Kami melakukan tiga kali uji coba dengan konsentrasi berbeda,” jelas Nurlaeli saat diwawancarai awak media pada Selasa (13/1).
“Uji coba pertama bau bisa hilang selama sekitar 30 menit, uji coba kedua sekitar 20 menit, dan pada uji coba terakhir bau berhasil dinetralisir kurang dari lima menit,” tambahnya.
Sebagai cairan penetral bau, eco lindi dibuat dari campuran air lindi atau cairan yang berasal dari sampah, molase atau tetes tebu, asam sulfat, serta katalis organik.
Proses pembuatan berlangsung dalam wadah kedap udara hingga menghasilkan produk akhir yang mampu mengurangi bau menyengat dari tumpukan sampah secara efektif.
Selain berfungsi sebagai penetral bau, eco lindi juga memiliki manfaat tambahan yang dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan secara lebih luas.
“Cairan ini juga bermanfaat bagi kesuburan tanah dan membantu mengurangi bau serta kepadatan pada septic tank,” ungkap Nurlaeli.
Keamanan penggunaannya pun dijamin sehingga aman bagi lingkungan dan hewan ternak.
Untuk penggunaan praktisnya, eco lindi cukup disemprotkan langsung ke tumpukan sampah.
Efeknya cepat dan efisien dalam mengurangi bau tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
“Tinggal disemprot saja ke tumpukan sampah dan berhasil kurangi bau dalam waktu yang sangat relatif singkat,” ujar Nurlaeli menambahkan.
DLH Kabupaten Cilacap berharap bahwa inovasi eco lindi ini dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk menangani keluhan masyarakat terkait bau sampah sementara menunggu pengembangan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Ke depan, inovasi ini dapat mengatasi permasalahan pencemaran terutama bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah,” pungkas Nurlaeli penuh harapan.
Penerapan strategi seperti eco lindi menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencari solusi yang tidak hanya cepat tetapi juga ramah lingkungan.
Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah lokal untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi antara DLH Kabupaten Cilacap dan Sidoarjo ini, bukan hanya solusi sementara yang ditawarkan tetapi juga langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Inovasi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan kemitraan antar daerah dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mengatasi masalah lingkungan yang kompleks.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan, diharapkan inisiatif seperti penggunaan eco lindi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara luas tidak hanya di Cilacap namun juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Inisiatif ini tidak hanya membuktikan efektivitas tindakan lokal terhadap isu global seperti pencemaran tetapi juga memperlihatkan potensi besar dari kerjasama lintas wilayah dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan lingkungan masa kini.
Harapannya, langkah-langkah seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berinovasi demi masa depan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.(jul/dda)
















