BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Alun-alun Banjarnegara menjadi pusat perhatian dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat ketika Polres Banjarnegara berkolaborasi dengan Bulog mengadakan Gerakan Pangan Murah.
Program ini terbukti sangat diminati warga, terlihat dari habisnya lima ton stok beras yang disediakan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, melalui Kasatreskrim Polres Banjarnegara, AKP Sugeng Tugino, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lima ton beras medium dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan kantong lima kilogram.
“Untuk kegiatan pagi ini, satu zak beras dijual seharga Rp 57.500, dan setiap orang dibatasi maksimal membeli dua kantong atau setara 10 kilogram,” jelasnya pada Senin (11/8).
Dari pantauan awak media di lokasi, sejak pagi hari sudah tampak antrean panjang warga yang ingin mendapatkan beras murah tersebut.
Harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar sehingga menarik minat banyak orang dan membuat transaksi terjadi dengan cepat namun tetap berjalan tertib.
Sugeng menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk merayakan HUT ke-80 RI sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok yang sedang terjadi.
“Selain memeriahkan HUT ke-80 RI, ini juga merupakan bentuk gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banjarnegara,” katanya.
Lebih lanjut, Sugeng berharap agar Gerakan Pangan Murah ini dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di wilayah Banjarnegara.
Sinergi ini dianggap penting untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan harga tetap terjangkau oleh semua kalangan.
Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis bagi warga tetapi juga memperlihatkan komitmen berbagai pihak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.
Dengan adanya kolaborasi antara institusi kepolisian dan lembaga terkait lainnya seperti Bulog serta dukungan pemerintah daerah, diharapkan distribusi bahan pangan dapat dikelola lebih baik sehingga tidak ada lagi kenaikan harga yang memberatkan ekonomi keluarga-keluarga di Banjarnegara.
Masyarakat Banjarnegara menyambut baik inisiatif tersebut karena selain membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari mereka juga merasa dihargai atas peran aktif mereka dalam mendukung program-program pemerintah.
Antusiasme warga menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan terutama ketika situasi ekonomi sedang menantang akibat fluktuasi harga barang-barang kebutuhan pokok.
Dengan lancarnya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara berbagai pihak mampu menciptakan solusi efektif untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi yang ada saat ini.
Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat terutama bagi mereka yang berada pada tingkat ekonomi rentan.
Sebagai penutup Sugeng kembali menekankan pentingnya menjaga kerjasama erat antara seluruh elemen baik institusi negara maupun swasta demi tercapainya stabilitas pasokan serta harga pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.
Semangat kebersamaan inilah menurut Sugeng harus terus dipupuk agar bangsa Indonesia semakin kuat menghadapi tantangan-tantangan kedepannya. (jud/stch)
















