BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Harga cabai rawit mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Di sejumlah pasar, harga komoditas tersebut kini berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram (kg).
Kenaikan harga cabai rawit terjadi ketika pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi mulai berkurang.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari berakhirnya masa panen sehingga jumlah cabai yang masuk ke pasar mengalami penurunan.
Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, mengatakan kenaikan harga juga mulai terasa di tingkat petani.
Saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani telah mencapai sekitar Rp50 ribu per kg.
Sementara itu, harga di tingkat pasar sudah menembus angka lebih dari Rp80 ribu per kg.
“Memang ini sudah habis masa panennya, jadi pasokan berkurang,” ujar Abdul, Selasa (1/9/2026).
Abdul memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi mengalami kenaikan pada awal September 2026.
Namun, kenaikan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu lama apabila masa panen berikutnya segera tiba.
Kondisi pasokan menjadi faktor penting yang menentukan pergerakan harga cabai di pasar.
Ketika produksi dari daerah sentra menurun setelah masa panen berakhir, jumlah cabai yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar ikut berkurang.
Sebaliknya, apabila panen kembali berlangsung dan pasokan meningkat, harga cabai rawit diharapkan dapat kembali lebih stabil.
Para petani di sejumlah daerah sentra produksi juga terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga tanaman cabai tetap mendapatkan pasokan air.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan produksi di tengah kondisi cuaca yang menjadi tantangan bagi sektor pertanian.
Menurut Abdul, fenomena El Nino juga dapat memberikan pengaruh terhadap produksi cabai.
Meski demikian, petani telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi keterbatasan air.
“Kalau El Nino memang berpengaruh juga, tetapi petani sudah menyiapkan menggunakan air PDAM, dan juga sumber-sumber lainnya,” papar Abdul.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Sejumlah komoditas hortikultura lainnya juga mengalami perubahan harga di pasar.
Harga buncis kini mencapai sekitar Rp30 ribu per kg, naik dari sebelumnya Rp20 ribu per kg.
Sementara itu, harga bawang merah berada di kisaran Rp30 ribu per kg.
Kemudian, harga tomat tercatat sekitar Rp12 ribu per kg. Adapun cabai merah keriting berada di kisaran Rp30 ribu per kg.
Perubahan harga berbagai komoditas tersebut menjadi perhatian karena pangan merupakan salah satu komponen penting yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan perkembangan inflasi.
Kenaikan harga cabai juga perlu dicermati karena komoditas tersebut memiliki tingkat konsumsi yang tinggi di masyarakat.
Perubahan harga cabai dapat langsung dirasakan konsumen, terutama rumah tangga serta pelaku usaha kuliner yang menggunakan cabai sebagai bahan baku.
Di tengah kenaikan sejumlah harga pangan, pemerintah juga mulai mewaspadai potensi dampak El Nino terhadap harga pangan dan energi pada 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan fenomena tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi dan distribusi pangan sekaligus memengaruhi pasokan energi.
“Gangguan pada produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga hingga memerlukan langkah antisipatif yang tepat sejak dini,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI terkait asumsi dasar RAPBN 2027, Selasa (1/9/2026).
Pemerintah pun akan berupaya menjaga stabilitas makroekonomi di tengah berbagai risiko yang berasal dari faktor global maupun domestik.
Koordinasi dengan Bank Indonesia juga akan dilakukan untuk menjaga kondisi suku bunga tetap kompetitif serta mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.
Bagi masyarakat, perkembangan harga cabai rawit dan komoditas pangan lainnya akan menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan.
Apabila pasokan dari sentra produksi kembali meningkat seiring datangnya masa panen, harga diharapkan dapat berangsur turun.
Namun, apabila pasokan masih terbatas dan kondisi cuaca turut menghambat produksi, harga cabai rawit berpotensi tetap berada pada level tinggi.
Karena itu, perkembangan produksi, distribusi, serta kondisi cuaca menjadi faktor penting yang akan menentukan pergerakan harga cabai pada awal September 2026. (*/stch/dda)














