Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Kelapa Naik, Bibit Diburu: Petani Kebumen Raup Untung dari Lonjakan Permintaan

Harga kelapa naik, permintaan melonjakHarga kelapa naik, permintaan melonjak
PEMBIBITAN: Sutar, salah satu pembudidaya bibit kelapa di Kebumen saat memeriksa bibit kelapa miliknya.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Harga kelapa yang terus merangkak naik di pasaran membawa dampak positif bagi sejumlah masyarakat, terutama para petani bibit kelapa di wilayah Kabupaten Kebumen.

Fenomena ini bahkan mendorong sebagian warga untuk mulai menanam pohon kelapa di sekitar rumah mereka, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang usaha jangka panjang.

Tren tersebut secara langsung mendorong lonjakan permintaan bibit kelapa di pasaran. Akibatnya, harga bibit kelapa pun melonjak tajam, bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal sebelumnya. Para petani bibit pun kini merasakan berkah dari kenaikan harga komoditas kelapa tersebut.

Salah satu petani bibit kelapa asal Desa Prasutan, Kecamatan Ambal, Sutar, mengaku mendapatkan keuntungan berlipat sejak permintaan meningkat. Ia membudidayakan bibit kelapa secara mandiri, dan kini produknya laris manis di pasaran, bahkan banyak diburu hingga luar daerah.

Menurut Sutar, sejak harga buah kelapa naik signifikan, masyarakat mulai sadar akan nilai ekonomi tanaman kelapa. Kesadaran ini kemudian mendorong mereka untuk mulai menanam sendiri, yang membuat permintaan bibit kelapa melonjak tajam dalam waktu singkat.

“Bahannya ya, sortirannya udah jarang lah. Permintaan tinggi, namun bahannya susah dicari jadi itulah harga jadi naik. Kalau yang bagus Rp 40 ribu lah. Umumnya kalau normal itu ya Rp 25 ribu,” ungkap Sutar saat ditemui di kebunnya.

Kenaikan harga bibit kelapa tidak terjadi tanpa sebab. Sutar menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi para petani bibit saat ini adalah semakin langkanya kelapa tua yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembibitan.

Minimnya pasokan kelapa tua turut memperberat proses produksi, sehingga berdampak langsung pada harga jual bibit.

“Alhamdulillah ini menjadi berkah tersendiri bagi para penyedia bibit kelapa. Sayangnya barangnya juga langka,” lanjutnya.

Harga bibit kelapa yang semula hanya sekitar Rp 25 ribu per pohon, kini melambung hingga Rp 40 ribu, tergantung pada kualitas bibit.

Kenaikan ini dirasakan secara merata oleh para petani di wilayah Kebumen, terutama mereka yang menanam varietas unggulan seperti kelapa Genjah Entog.

Kelapa Genjah Entog dikenal sebagai salah satu bibit unggulan khas Kebumen yang memiliki keunggulan dalam kecepatan berbuah.

Jenis kelapa ini banyak diminati karena selain cepat panen, pohonnya juga tidak terlalu tinggi dan relatif mudah dirawat. Hal ini menjadikan bibit Genjah Entog banyak diburu masyarakat dari berbagai daerah di luar Kebumen.

Dengan waktu berbuah yang lebih cepat dibandingkan jenis kelapa lainnya, kelapa Genjah Entog menjadi pilihan utama baik bagi petani pemula maupun mereka yang ingin menanam kelapa sebagai investasi jangka panjang. Tingginya minat terhadap varietas ini ikut mendorong harga naik lebih cepat.

Lonjakan permintaan juga tak hanya datang dari masyarakat lokal. Banyak pembeli berasal dari luar daerah yang sengaja datang untuk mencari bibit kelapa unggulan Kebumen.

Fenomena ini membuka peluang besar bagi para petani bibit untuk memperluas pasar mereka.

Namun, tantangan dalam menjaga ketersediaan bahan baku tetap menjadi hambatan tersendiri. Kelangkaan kelapa tua sebagai bahan utama bibit membuat para petani harus bekerja ekstra untuk menjaga produktivitas agar tidak mengecewakan pembeli.

Beberapa petani bahkan mulai menjalin kerja sama dengan pemasok kelapa tua dari daerah lain untuk memastikan produksi tetap berjalan.

Meski demikian, para petani tetap bersyukur atas meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman kelapa. Di tengah situasi harga kebutuhan pokok yang cenderung naik, berkah dari lonjakan harga kelapa ini menjadi peluang yang dimanfaatkan dengan baik oleh petani lokal.

Para pelaku usaha bibit berharap tren ini dapat bertahan dalam jangka panjang. Dengan dukungan pemerintah daerah dan adanya edukasi mengenai pentingnya konservasi dan budidaya kelapa, potensi Kebumen sebagai sentra bibit kelapa unggulan bisa semakin berkembang.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin usaha bibit kelapa akan menjadi salah satu sektor andalan di bidang pertanian daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru di tengah masyarakat pedesaan. (mam/stch)

Berita Sebelumnya
Isi survey dapat saldo dana rp50 ribu dari aplikasi google opinion rewards

Cuma Isi Survey Bisa Dapat Saldo DANA Rp50 Ribu? Ini Aplikasinya!

Berita Selanjutnya
Rekomendasi Kuliah Online Akreditasi A untuk Para Pekerja

Rekomendasi Kuliah Online Akreditasi A untuk Para Pekerja