BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN — Dalam peringatan Hari Jadi ke-396 Kabupaten Kebumen, Dr Imam Satibi MPdI, seorang pengamat kebijakan publik sekaligus Rektor UMNU Kebumen, menekankan pentingnya acara ini tidak hanya menjadi sekadar perayaan seremonial.
Ia berharap peringatan ini dapat menjadi refleksi atas capaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang sedang menjabat.
Imam Satibi mengungkapkan bahwa program-program dari Bupati Lilis Nuryani Fuad dan Wakil Bupati Zaeni Miftah belum tersosialisasi secara optimal.
Menurutnya, di tengah era efisiensi ini, penekanan pada program pemerintah pusat bisa menjadi reorientasi model pembangunan yang lebih substantif bagi Kebumen.
“Di era efisiensi, penekanan program pemerintah pusat dapat menjadi reorientasi model pembangunan kearah yang lebih substantif pada urusan pembangunan Kebumen,” ujar Dr Imam Satibi pada Kamis (28/8).
Lebih lanjut, Imam mengingatkan bahwa rencana dan capaian dari program Bupati serta Wakil Bupati harus bisa dijadikan tolak ukur kinerja mereka.
“Menurut saya program-program strategis bupati Lilis belum tersosialisasi sampai tingkat bawah,” ungkapnya.
Imam Satibi menegaskan perlunya pemahaman dan pelaksanaan program tersebut oleh seluruh tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kepemimpinan desa.
Dengan demikian, pembangunan dapat lebih terfokus sesuai harapan Bupati dan Wakil Bupati. Partisipasi masyarakat juga sangat penting untuk dioptimalkan dalam mendorong akselerasi kemajuan daerah.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saat ini sedang merayakan Hari Jadi ke-396 dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dan sedang berlangsung.
Salah satu acara utama adalah Kebumen Fest 2025 yang digelar mulai 23 hingga 30 Agustus 2025 mendatang.
Dr Imam Satibi mengajak agar semua pihak berkepentingan memahami bahwa perayaan ini bukan hanya tentang mengenang sejarah panjang Kebumen tetapi juga sebagai momentum untuk evaluasi kebijakan dan strategi pembangunan daerah. Refleksi ini penting agar setiap capaian bisa diukur dan ditingkatkan di masa mendatang.
Pentingnya sosialisasi program-program pemerintah hingga tingkat akar rumput bukanlah hal baru namun tetap menjadi tantangan besar di banyak daerah termasuk Kebumen.
Dalam konteks inilah Imam melihat urgensi dari keterlibatan semua pihak demi tercapainya tujuan pemerintahan yang efektif dan efisien.
Imam juga menyoroti bahwa partisipasi aktif masyarakat bukan hanya soal hadir dalam kegiatan seremonial tetapi lebih kepada bagaimana masyarakat turut serta dalam proses pembangunan dari tahap perencanaan hingga evaluasi capaian. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip pemerintahan partisipatif yang menjadi tren global saat ini.
Selain itu, Imam Satibi menyatakan bahwa refleksi terhadap visi dan misi pemerintah daerah perlu dilakukan tidak hanya oleh pejabat tetapi juga oleh masyarakat luas agar ada sinergi dalam pelaksanaan program-program yang dicanangkan. Dengan cara ini, apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik sesuai target yang telah ditetapkan.
Pemkab Kebumen melalui berbagai kegiatan dalam Hari Jadi bertujuan untuk menguatkan identitas lokal sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Oleh karena itu, acara seperti Kebumen Fest diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi tentang kebijakan dan arah pembangunan yang telah dan akan dilakukan.
Sebagai pengamat kebijakan publik, Dr Imam Satibi merasa perlu terus menyuarakan pandangannya agar ada evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan publik di Kebumen.
Dengan begitu, setiap langkah kebijakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Dalam konteks pengembangan wilayah lokal seperti Kebumen ini, Imam menilai perlunya pendekatan strategis yang mempertimbangkan kondisi spesifik daerah serta kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini akan membantu memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar relevan dan efektif dalam jangka panjang.
Melalui refleksi mendalam terhadap capaian visi misi pemerintah daerah saat ini serta partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat, diharapkan Kabupaten Kebumen dapat terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.
Kesadaran kolektif inilah yang menjadi kunci utama dalam membangun sinergi antara pemerintah dengan masyarakat demi mewujudkan cita-cita bersama untuk kesejahteraan semua warga.
Momen peringatan hari jadi ini selayaknya tidak berlalu tanpa meninggalkan jejak positif bagi perkembangan daerah ke depan. Sebaliknya, harus mampu menggugah semangat kolaboratif antara pemimpin daerah dengan masyarakat demi akselerasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (cah/stch)
















