BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kebijakan baru akan diterapkan di Jalan Ketapang Cilacap pada tahun ajaran baru 2025/2026. Sistem satu arah (SSA) akan diberlakukan saat jam masuk sekolah untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan ini.
Jalan Ketapang merupakan akses utama menuju empat institusi pendidikan, yaitu SD Negeri, Sekolah Luar Biasa (SLB), SMP Negeri 5 Cilacap, dan SMA Negeri 2 Cilacap.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Jasun, menjelaskan keputusan ini diambil berdasarkan permohonan dari Kecamatan Cilacap Utara. “Jalur tersebut padat pada pagi hari.
Permohonan dari Kecamatan Cilacap Utara, kami melalui forum lalu lintas sudah memutuskan untuk menerapkan sistem satu arah,” ujarnya kepada awak media pada Selasa (29/7).
Kebijakan SSA ini hanya diberlakukan untuk kendaraan roda empat. Kendaraan yang menuju arah utara akan diarahkan melewati Jalan Bayur kemudian belok kiri melalui Jalan Laban yang berada di samping Perumahan Bayur.
Sementara itu, kendaraan dari arah sebaliknya dapat keluar melalui Jalan Ketapang atau Jalan Kandri.
Penerapan jalur satu arah ini dijadwalkan berlaku selama hari kerja antara pukul 06.15 hingga 07.30 WIB dan tidak akan diterapkan pada hari libur.
Untuk memastikan kelancaran penerapan kebijakan ini, Dinas Perhubungan telah memasang rambu lalu lintas dan bekerja sama dengan pihak kepolisian guna melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Perubahan pola lalu lintas ini diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan yang sering terjadi pada pagi hari ketika siswa dan para pekerja berangkat ke sekolah atau kantor.
Dengan sistem satu arah yang baru, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan lalu lintas di area dengan konsentrasi aktivitas yang tinggi seperti area pendidikan.
Dalam hal ini, koordinasi antara berbagai pihak terkait seperti dinas perhubungan, kepolisian, serta pihak sekolah sangat penting untuk memastikan keberhasilan kebijakan tersebut.
Diharapkan masyarakat setempat dapat mendukung kebijakan ini dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama. Penggunaan jalur alternatif selama jam berlakunya SSA juga bisa menjadi pilihan bagi warga yang ingin menghindari kemacetan.
Kedepannya, evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas dari penerapan SSA di Jalan Ketapang. Feedback dari masyarakat dan pengguna jalan juga akan menjadi bahan pertimbangan penting untuk penyesuaian kebijakan jika diperlukan.
Dengan adanya perubahan ini, harapan besar tertuju pada terciptanya situasi lalu lintas yang lebih teratur dan bebas hambatan khususnya pada saat jam-jam sibuk di pagi hari.
Ini bukan hanya tentang mengatasi kemacetan tetapi juga tentang menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan efisien bagi seluruh pengguna jalan di wilayah tersebut. (gia/stch)
















