BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pada Kamis, 7 Mei 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah kebakaran melanda rumah milik Sadirman, seorang warga yang tinggal di Dusun Bayalangu, Desa Purwanegara, Kecamatan Purwanegara.
Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh tungku kayu bakar yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan untuk merebus buah nangka.
Kejadian ini berlangsung setelah Sadirman menyelesaikan aktivitas memasak dengan menggunakan tungku tradisional di dapurnya.
Setelah memasak, anggota keluarga Sadirman pun masuk ke kamar untuk beristirahat.
Namun, beberapa saat kemudian listrik di rumah mendadak padam, memicu ketidakpastian di antara penghuni rumah.
Ardi Ardana, salah satu anggota keluarga yang merasakan situasi tersebut, keluar dari kamar untuk memeriksa keadaan.
Di sinilah ia mendapati kobaran api yang mulai muncul dari arah dapur dan cepat merambat ke ruang keluarga.
Kondisi ini membuat Ardi panik dan segera berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, masyarakat setempat langsung bergegas menuju lokasi kejadian dengan harapan dapat membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya yang ada di tangan mereka.
Selain itu, sebagian warga lainnya juga tidak ragu untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Purwanegara.
Beruntungnya, api dapat berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.13 WIB oleh warga dan petugas pemadam kebakaran sebelum merambat lebih jauh ke bangunan lain di sekitarnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan, meliputi hangusnya dapur beserta seluruh peralatan memasak dan sebagian ruang keluarga termasuk perabotan yang berada di dalamnya.
Kapolsek Purwanegara, Edy Widya Pramono, mengonfirmasi adanya kejadian kebakaran ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi.
“Dugaan sementara berasal dari tungku yang lupa dimatikan, tetapi kami masih melakukan pendalaman,” ujarnya.
Peristiwa kebakaran ini telah menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat akibat cepatnya api membesar.
Untunglah, respons cepat dari masyarakat dan ketangguhan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kebakaran agar tidak meluas dan menjalar ke rumah-rumah lainnya di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran seperti ini merupakan pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya yang bisa ditimbulkan oleh kelalaian dalam penggunaan alat-alat pemanas atau tungku tradisional.
Setiap anggota keluarga perlu lebih berhati-hati dan memastikan bahwa semua peralatan masak dalam kondisi aman sebelum meninggalkan area dapur atau beristirahat.
Kesadaran akan potensi risiko seperti ini sangat penting untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Dalam konteks ini, penting bagi setiap individu untuk selalu mengedepankan keselamatan saat menggunakan sumber api atau alat memasak berbahan bakar kayu.
Edukasi tentang cara penggunaan dan pemadaman alat masak secara tepat juga perlu ditingkatkan agar setiap orang dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Dengan demikian, kita bisa menjaga keselamatan diri sendiri serta orang-orang terdekat dari bahaya kebakaran. (jud/stch/dda)
















