BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga sedang giat memburu komplotan yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang sopir taksi online.
Sopir tersebut ditemukan tewas di lokasi penggilingan batu, Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Pihak kepolisian telah mengidentifikasi adanya kemungkinan pelaku lain selain tersangka utama dalam kasus ini.
Kapolres Purbalingga, AKBP Achmad Akbar, menyatakan bahwa proses investigasi masih terus dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam dari tersangka yang sudah tertangkap.
“Kami masih menggali informasi dari tersangka, siapa rekannya yang kami duga turut membantu dalam kasus tersebut,” ungkap Kapolres pada Selasa, 22 Juli 2025.
Pernyataan ini menegaskan bahwa ada indikasi kuat mengenai keterlibatan pihak lain berdasarkan bukti rekaman CCTV.
Dari hasil pantauan CCTV di sekitar tempat kejadian, terlihat ada tiga orang berada di dalam mobil korban. Informasi ini menjadi landasan utama bagi penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku lainnya.
“Kami masih menunggu hasil digital forensik terkait temuan dalam CCTV tersebut, untuk mengetahui siapa orang tersebut,” tambahnya dengan tegas.
Untuk mempercepat proses penyelidikan, Polres Purbalingga telah bekerja sama dengan ahli digital forensik.
Meski demikian, upaya penggalian informasi dari tersangka mengenai identitas rekan yang diduga membantu belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Tersangka diketahui sering memberikan keterangan yang berubah-ubah tentang orang yang bersamanya sebelum pembunuhan itu terjadi.
“Kami juga masih mengumpulkan bukti lainnya terkait orang yang diduga membantu tersangka,” jelas AKBP Achmad Akbar.
Dalam perkembangan terbaru sebelumnya, Unit Resmob Satreskrim Polres Purbalingga telah berhasil menangkap tersangka utama bernama Suswanto alias Icus (45 tahun), warga Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.
Penangkapan dilakukan pada 16 Juli 2025 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tersangka ini diidentifikasi sebagai pelaku pembunuhan terhadap Achmad M., seorang driver online asal Kelurahan Wirasana.
Achmad M. ditemukan tewas dengan luka-luka di tubuhnya di penggilingan padi Desa Baleraksa beberapa waktu lalu. Kasus pembunuhan ini menarik perhatian publik karena melibatkan modus operandi yang cukup terencana dan sadis.
Keberhasilan polisi menangkap salah satu pelaku menjadi titik terang dalam usaha pengungkapan kasus ini namun pekerjaan mereka belum selesai sampai semua pihak yang terlibat tertangkap.
Kapolres juga menegaskan pentingnya kerjasama dengan para ahli dan teknologi digital forensik dalam memecahkan kasus-kasus kriminal yang semakin kompleks seperti ini.
Penggunaan teknologi canggih seperti analisis CCTV dan data digital menjadi kunci untuk mengungkap jaringan kejahatan lebih cepat dan akurat.
Keberadaan pelaku lain masih menjadi misteri dan menjadi fokus utama kepolisian saat ini.
Dengan berjalannya waktu dan penemuan petunjuk baru, harapannya adalah bahwa semua pihak yang terlibat dapat segera ditangkap dan dibawa ke hadapan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Di tengah upaya keras polisi membongkar misteri kasus tersebut, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan memberikan dukungan penuh kepada aparat agar dapat bekerja dengan maksimal serta mendapatkan keadilan bagi korban dan keluarga korban.
Sebagai penutup dari artikel ini, kutipan Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar memberikan gambaran jelas tentang arah penyelidikan selanjutnya.
“Kami masih menunggu hasil digital forensik terkait temuan dalam CCTV tersebut, untuk mengetahui siapa orang tersebut.”pungkasnya.
Harapan besar disematkan kepada tim investigasi untuk segera menemukan titik terang atas kasus tragis ini demi keadilan bagi korban beserta keluarganya. (tya/stch)
















