BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Persiapan akhir untuk operasional koridor baru Bus Trans Banyumas yang menghubungkan Terminal Bulupitu hingga Kejawar semakin matang.
Dengan hanya dua hari tersisa sebelum peluncuran resmi pada tanggal 1 Januari 2026, total 11 Tempat Pemberhentian Bus (TPB) di sepanjang jalan nasional telah siap untuk digunakan.
Hal ini menandakan langkah signifikan dalam transformasi sistem transportasi publik di wilayah barat Banyumas.
Dalam pantauan Banyumas Ekspres pada Selasa (30/12), TPB mulai dari Alun-Alun Banyumas hingga Kejawar tampak sudah terpasang dan siap melayani penumpang. Dua lokasi strategis TPB berada di sisi utara Alun-Alun Banyumas, tepatnya di sebelah kiri jalan, serta di depan Rumah Sakit Siaga Medika.
Penempatan TPB ini tidak hanya mempermudah akses masyarakat tetapi juga memperkenalkan perubahan pola transportasi yang lebih efisien di kawasan tersebut.
M. Soleh Wibowo, Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Perhubungan dari Dinas Perhubungan Banyumas, mengungkapkan bahwa tidak semua TPB dilengkapi halte permanen. Untuk koridor baru Terminal Bulupitu–Kejawar ini, pemerintah pusat telah menyiapkan 11 TPB di jalur jalan nasional tersebut.
“Pemasangan halte di jalan nasional dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Tengah sebagai UPT di bawah Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Bukan oleh Dishub Jateng maupun Dishub Banyumas,” jelas Soleh.
Lebih lanjut, Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menjelaskan adanya penyesuaian rute saat koridor baru mulai beroperasi.
Sebelumnya, armada Bus Trans Banyumas harus memutar kawasan Alun-Alun Banyumas, namun kini mereka akan berhenti langsung di TPB yang berada tepat di depan alun-alun.
“Bus cukup berhenti di depan Alun-Alun Banyumas baik saat berangkat maupun kembali. Sudah disiapkan TPB di seberang dan sisi jalan depan alun-alun,” ungkapnya.
Marsikun menambahkan bahwa dari TPB tersebut bus tidak lagi berbelok ke kiri melewati Rutan Banyumas seperti rute sebelumnya. Jalur baru mengikuti ketentuan Dinas Perhubungan Banyumas dengan fokus pada penggunaan jalan utama untuk meningkatkan efisiensi perjalanan.
“Dari RS Siaga Medika bus langsung maju lalu belok kanan lewat SPBU Banyumas mengikuti jalan besar,” pungkas Marsikun.
Dengan kesiapan infrastruktur TPB dan penyesuaian rute yang lebih efektif ini, kehadiran koridor baru Trans Banyumas diharapkan mampu memperluas cakupan layanan transportasi publik yang ada sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan publik, peluncuran koridor baru ini bukan hanya sekedar perluasan rute tetapi juga sebuah inovasi dalam memenuhi kebutuhan mobilitas warga secara lebih optimal dan efisien.
Transformasi ini juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas udara dengan cara mendorong lebih banyak orang untuk menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi.
Penempatan strategis TPB juga menjadi salah satu keunggulan dalam sistem baru ini karena memungkinkan aksesibilitas yang lebih baik bagi pengguna dengan berbagai tujuan perjalanan yang berbeda-beda.
Dengan titik pemberhentian yang mudah dijangkau dan terletak pada lokasi-lokasi kunci, penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih mulus tanpa harus beralih moda transportasi terlalu sering.
Keberadaan koridor baru ini juga dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal karena peningkatan aksesibilitas dapat menarik lebih banyak pengunjung ke area tersebut yang pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Selain itu peluncuran sistem transportasi publik yang lebih modern dan efisien ini dapat menjadi daya tarik bagi investor potensial untuk melihat potensi pengembangan daerah lebih lanjut.
Namun demikian keberhasilan implementasi sistem transportasi publik ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan termasuk warga masyarakat itu sendiri.
Penting bagi pengguna untuk mendukung dan memanfaatkan fasilitas baru ini agar manfaat maksimal dapat diraih oleh seluruh komunitas.
Pada akhirnya transformasi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan melalui perbaikan sistem transportasi publik sebagai bagian integral dari upaya menciptakan lingkungan urban yang lebih bersih aman dan nyaman bagi semua orang.
Peluncuran koridor baru Bus Trans Banyumas pada awal tahun 2026 menjadi tonggak penting dalam sejarah transportasi publik Kabupaten Banyumas menuju era modernisasi layanan angkutan umum berbasis teknologi mutakhir demi kenyamanan pengguna sekaligus pelestarian lingkungan hidup jangka panjang. (yda/stch/fam)
















