Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lansia Ditemukan Meninggal Sudah Membusuk di Kembaran Banyumas

Lansia ditemukan meninggal membusukLansia ditemukan meninggal membusuk
EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi jenazah lansia yang ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Minggu (25/8).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Masyarakat Desa Linggasari RT 05/04, Kecamatan Kembaran, terkejut oleh temuan jenazah seorang wanita lanjut usia bernama Kamini (85) di kediamannya pada Minggu (24/8).

Kondisi jenazah diketahui sudah membusuk ketika ditemukan. Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengungkapkan bahwa peristiwa penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga setempat bernama Priyanto.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Priyanto mencium bau menyengat yang berasal dari arah gudang rongsokan di depan rumahnya. Setelah menyelidiki sumber bau tersebut, ia menemukan jenazah Kamini tergeletak di dalam kamar.

“Setelah saksi melapor kepada perangkat desa setempat, tim gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” jelas Andaru saat diwawancarai oleh awak media pada Senin (25/8).

Proses evakuasi melibatkan Regu Damkar Induk, Damkar Pos Kembaran, Tim INAFIS Polresta Banyumas, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, FKDM Kembaran, Tim SAR gabungan serta tenaga medis dari Puskesmas I Kembaran.

Para petugas menggunakan perlengkapan standar seperti kantong jenazah, sarung tangan, masker dan helm pengaman untuk memastikan proses evakuasi berjalan sesuai protokol kesehatan dan keselamatan.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (21/8) ketika diberi makanan. Namun baru pada Minggu siang warga sekitar merasakan adanya bau tidak sedap hingga akhirnya menemukan Kamini sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Proses evakuasi berlangsung lancar. Mengingat kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinkan untuk dimandikan maka langsung dimakamkan pada pukul 14.15 WIB,” tambah Andaru.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim medis dan aparat penegak hukum setempat, korban diduga meninggal karena faktor usia lanjut serta memiliki riwayat sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Faktor usia menjadi pertimbangan utama dalam dugaan ini mengingat usia Kamini yang sudah cukup tua.

Penemuan ini tentu menambah daftar panjang kasus lansia yang meninggal tanpa didampingi keluarga atau kerabat dekat di rumahnya sendiri.

Kondisi ini memicu perhatian banyak pihak termasuk pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk lebih memperhatikan kesejahteraan lansia terutama bagi mereka yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga.

Masyarakat juga diharapkan lebih peka terhadap lingkungan sekitar terutama terhadap keberadaan lansia yang tinggal sendirian. Kesadaran sosial seperti ini sangat penting agar kejadian serupa bisa dicegah di masa mendatang.

Kejadian di Desa Linggasari ini menggambarkan bagaimana masyarakat seharusnya lebih peduli dengan situasi sekelilingnya khususnya kepada para lansia yang rentan mengalami kesepian dan kurang perhatian.

Warga desa atau komunitas lokal dapat berperan aktif dengan cara rutin menjenguk atau sekadar memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan para lansia di lingkungannya.

Pemerintah daerah bisa mempertimbangkan program-program sosial yang lebih terfokus untuk membantu para lansia tinggal dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Program seperti kunjungan rutin oleh petugas kesehatan atau relawan sosial bisa menjadi solusi efektif untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali.

Bagi keluarga besar maupun kecil sekalipun penting sekali menjaga komunikasi intensif dengan anggota keluarga yang sudah berusia lanjut meskipun mereka tinggal jauh dari rumah utama keluarga.

Teknologi komunikasi modern dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan bahwa para lansia tetap merasa diperhatikan dan tidak merasa terisolasi dari dunia luar.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga serta meningkatkan kepekaan sosial terhadap mereka yang membutuhkan perhatian lebih di lingkungan tempat tinggal kita sehari-hari. (zet/stch)

Berita Sebelumnya
Cilacap kekurangan ratusan hydrant

Cilacap Kekurangan Ratusan Hydrant, Damkar Usulkan Penambahan Secara Bertahap

Berita Selanjutnya
Cara sanggah hasil seleksi beasiswa lpdp 2025

Cara Sanggah Hasil Seleksi Beasiswa LPDP 2025 Tahap Kedua