Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

19 Desa di Cilacap Ditetapkan Sebagai Desa Wisata, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Lima Desa Mengundurkan DiriLima Desa Mengundurkan Diri
SIMBOLIS : Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman serahkan SK penetapan desa wisata kepada 19 Kepala Desa di wilayah Kabupaten Cilacap.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 19 desa di Kabupaten Cilacap telah resmi ditetapkan sebagai desa wisata, sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Penetapan ini secara simbolis ditandai dengan penyerahan Keputusan Bupati Cilacap mengenai Desa Wisata dan Keputusan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) tentang Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Cilacap.

Acara penyerahan keputusan dilakukan oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, didampingi oleh Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono dan Kepala Disparpora Budi Narimo. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap pada Senin (29/12).

Daftar desa yang kini menyandang status desa wisata antara lain adalah Jetis, Gentasari, Widarapayung Wetan, Welahan Wetan, Karanggedang, Bojongsari, Pesanggrahan, dan Karangmangu.

Selain itu terdapat pula Desa Bunton, Tambaksari, Sadahayu, Sumpinghayu, Kamulyan, Cipari, Salebu, Sindangbarang, Pesahangan, Panisihan, serta Tayem Timur.

Menurut Kepala Disparpora Cilacap Budi Narimo, proses penetapan ini dilakukan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap 30 desa wisata yang telah terdaftar sebelumnya.

“Evaluasi kami lakukan dari Januari hingga Maret 2025,” ungkapnya.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa desa belum aktif dalam mengelola potensi wisatanya.

“Lima desa menyatakan mengundurkan diri sedangkan desa lainnya melakukan pembenahan pengelolaan,” tambah Budi.

Pendampingan intensif kemudian diberikan kepada desa-desa tersebut hingga Juli 2025. Proses ini dilanjutkan dengan penilaian melalui evaluasi dokumen dan verifikasi lapangan.

Berdasarkan hasil penilaian inilah akhirnya 19 desa dinyatakan siap untuk menjadi desa wisata. Dari hasil evaluasi tersebut terpilihlah Desa Jetis Kecamatan Nusawungu dan Desa Karangmangu Kecamatan Kroya sebagai Desa Wisata Maju.

Kategori Desa Wisata Berkembang meliputi Desa Sindangbarang Kecamatan Karangpucung, Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja, Desa Pesanggrahan serta Desa Gentasari Kecamatan Kroya.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menegaskan pentingnya pengelolaan yang serius dan berkelanjutan dalam memanfaatkan potensi pariwisata sebagai penggerak ekonomi desa.

“Menetapkan desa wisata itu mudah tetapi pengelolaannya perlu komitmen dan inovasi dari pihak desa sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa Kabupaten Cilacap memiliki potensi wisata yang khas sehingga perlu dikemas baik-baik melalui promosi serta kegiatan budaya.

Lebih lanjut Bupati Syamsul Auliya mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan memetakan berbagai kendala yang dihadapi oleh desa wisata terutama terkait infrastruktur dan sarana pendukung lainnya.

“Desa yang serius akan kami dorong lebih jauh harapannya agar benar-benar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya.

Penyerahan keputusan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata Kabupaten Cilacap untuk bersinergi dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

Pandangan optimis terhadap masa depan pariwisata di wilayah ini disertai dengan harapan besar bahwa setiap desa mampu berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi daerahnya masing-masing.

Dukungan dari pemerintah kabupaten serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan program ini ke depannya.

Diharapkan pengembangan desa wisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan turis tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru bagi warga setempat sekaligus melestarikan budaya lokal yang ada di tiap-tiap daerah tersebut.

Syamsul menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan masyarakat dalam mewujudkan visi besar menjadikan Cilacap sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

“Kami ingin setiap orang yang datang ke sini merasakan pengalaman unik dan tak terlupakan,” katanya penuh semangat.

Dalam konteks ini promosi pariwisata memiliki peran vital guna memperkenalkan potensi-potensi wisata menarik yang dimiliki oleh masing-masing desa kepada khalayak luas baik nasional maupun internasional.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan setiap pihak untuk saling berkolaborasi demi mencapai tujuan bersama yakni memajukan kesejahteraan masyarakat melalui industri pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas lokal.

Dengan demikian transformasi status menjadi desa wisata bukanlah sekadar label formalitas belaka namun lebih sebagai wujud nyata upaya bersama dalam mengangkat harkat hidup masyarakat sekitar sekaligus menjaga warisan budaya nenek moyang agar tetap lestari ditengah arus modernisasi global saat ini. (jul/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Terciduk Kenakan Jersey Luis Diaz

Video LAMINE Yamal di Apartemen Lama Viral, Pakai Jersey Luis Diaz Bikin Heboh Fans

Berita Selanjutnya
Mulai 2026, Trans Banyumas Dapat Menjangkau Wilayah Selatan

Mulai 1 Januari 2026, Trans Banyumas Buka Rute Baru Lewat Kota Lama