BANYUMASEKSPRES.ID, Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menghadirkan inovasi kendaraan hemat energi melalui Bengawan Team UNS. Tim tersebut meluncurkan Nirankara 4.0 dan Wirasena 4.0 untuk menghadapi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026.
Peluncuran dua mobil hemat BBM itu berlangsung di Halaman Gedung dr. Prakosa UNS pada 27 Agustus 2026. Keduanya dipersiapkan untuk mengikuti KMHE 2026 di Universitas Jember pada 1–4 Oktober mendatang.
Nirankara 4.0 dirancang untuk kelas Prototype dengan mesin pembakaran dalam berbahan bakar bensin. Sementara itu, Wirasena 4.0 akan berlaga di kelas Urban Concept dengan mesin pembakaran dalam berbahan bakar diesel.
Nirankara 4.0 menjadi salah satu perhatian utama karena kemampuan efisiensinya yang sangat tinggi. Mobil prototype tersebut diklaim mampu menempuh perjalanan Solo hingga Lombok dengan konsumsi sekitar satu liter bahan bakar.
Konsep kendaraan ini mengutamakan efisiensi energi melalui rancangan khusus untuk kebutuhan kompetisi. Desain aerodinamis, bobot kendaraan, serta pengembangan mesin menjadi bagian penting dalam proses pembuatannya.
Bengawan Team mengembangkan kedua kendaraan tersebut sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap teknologi otomotif yang lebih efisien. Prosesnya juga melibatkan dukungan universitas, dosen pembina, mahasiswa, sponsor, serta berbagai mitra.
General Manager Bengawan Team 2026, Dimas Aji Persada, mengatakan peluncuran kendaraan bukan menjadi akhir dari proses pengembangan. Menurutnya, kedua mobil tersebut justru menjadi langkah awal untuk menghadapi tantangan di tingkat nasional dan internasional.
Setelah mengikuti KMHE 2026, Bengawan Team menargetkan kompetisi internasional Shell Eco-Marathon 2027. Nirankara 4.0 dan Wirasena 4.0 diharapkan mampu membawa nama UNS meraih prestasi lebih tinggi.
Nirankara 4.0 menggunakan mesin pembakaran dalam berbahan bakar gasoline atau bensin. Kendaraan ini dibuat khusus untuk kelas Prototype yang menitikberatkan pada efisiensi energi.
Sementara itu, Wirasena 4.0 menggunakan mesin pembakaran dalam berbahan bakar diesel. Konsepnya dibuat untuk kelas Urban Concept sehingga karakter kendaraan lebih mendekati kendaraan yang dapat digunakan di lingkungan perkotaan.
Pengembangan kedua mobil tersebut menunjukkan keseriusan Bengawan Team dalam melakukan riset teknologi kendaraan hemat energi. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan kendaraan yang dapat berjalan, tetapi juga harus mampu meningkatkan efisiensi dan performanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., memberikan apresiasi terhadap kerja keras tim. Ia menilai Bengawan Team menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset, teknologi, inovasi, karakter, dan pengalaman berkompetisi.
Menurut Dody, inovasi kendaraan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam menjawab tantangan efisiensi energi. Ia juga meminta anggota tim mempertahankan kekompakan, kedisiplinan, semangat, dan komitmen selama proses pengembangan.
Bengawan Team telah berdiri sejak 2011 dan konsisten mengikuti berbagai kompetisi kendaraan hemat energi. Tim mahasiswa UNS itu juga telah mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Pada 2026, Bengawan Team berhasil meraih Juara 3 Shell Eco-Marathon kategori Internal Combustion di Lusail International Circuit, Doha, Qatar. Prestasi tersebut menjadi tambahan motivasi bagi tim untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Sebelumnya, Bengawan Team juga meraih Juara 2 kelas Prototype Gasoline dan Juara 1 kelas Urban Diesel pada KMHE 2025. Catatan tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa UNS dalam mengembangkan kendaraan hemat energi sekaligus bersaing dengan tim lain.
Pemerintah Kota Surakarta turut memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta, Kentis Ratnawati, menyebut Bengawan Team sebagai bagian penting dari perkembangan riset dan inovasi di Kota Solo.
Kehadiran Nirankara 4.0 dan Wirasena 4.0 sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi masa depan. Melalui riset berkelanjutan, Bengawan Team berupaya menghasilkan kendaraan yang semakin efisien dan mampu bersaing di level internasional.
Dengan klaim efisiensi sekitar satu liter untuk perjalanan Solo-Lombok pada kendaraan prototype, Nirankara 4.0 menjadi gambaran ambisi mahasiswa UNS dalam menekan konsumsi energi. Namun, angka tersebut perlu dipahami dalam konteks kendaraan kompetisi yang dirancang khusus untuk mengejar efisiensi, bukan sebagai standar konsumsi mobil penumpang sehari-hari.
Kini, tantangan berikutnya berada di KMHE 2026 yang digelar Oktober mendatang. Bengawan Team berharap Nirankara 4.0 dan Wirasena 4.0 mampu memberikan hasil terbaik sebelum melanjutkan perjuangan menuju Shell Eco-Marathon 2027. (mdr)
















