Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Banyumas Kucurkan Bansos Pendidikan untuk Anak PAUD, Pertama di Jawa Tengah

Pemkab banyumas beri bansos untuk peserta didik paudPemkab banyumas beri bansos untuk peserta didik paud

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas mencetak sejarah sebagai daerah pertama di Jawa Tengah yang mengalokasikan bantuan sosial (bansos) khusus untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tahun ini, Pemkab Banyumas mengucurkan anggaran sebesar Rp 180 juta untuk mendukung biaya personel 300 anak usia dini dari keluarga kurang mampu.

Langkah progresif ini diumumkan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam kegiatan Gebyar PAUD 2025 yang digelar di kompleks Dinas Pendidikan Banyumas pada Selasa, 3 Juni 2025.

“Di Jawa Tengah, baru Banyumas yang pertama kali (dalam memberikan bansos PAUD),” kata Sadewo dengan bangga.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak di Banyumas, tanpa terkecuali.

“Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting, untuk menjadi pondasi karakter agar menjadi generasi emas sesuai cita cita kita menuju Indonesia emas,” lanjutnya.

Sadewo juga menyampaikan bahwa penguatan karakter anak-anak sebaiknya dimulai sejak usia dini, karena masa PAUD adalah masa emas pertumbuhan anak.

Oleh karena itu, program seperti Gebyar PAUD menjadi penting dalam menghadirkan ruang-ruang ekspresi yang mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak.

Gebyar paud 2025, banyumas luncurkan bantuan sosial khusus untuk anak usia dini

Dalam kegiatan Gebyar PAUD 2025, Pemkab Banyumas mengusung tema ‘Partisipasi Semesta Wujudkan Generasi Emas yang Sehat, Cerdas, Kuat, dan Berkarakter KeIndonesiaan’.

Lewat tema tersebut, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam proses pembangunan sumber daya manusia sejak awal kehidupan anak.

“Partisipasi semesta berarti setiap kita memiliki peran, kita semua bertanggung jawab dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat secara jasmani, cerdas secara pikirannya, kuat mental dan fisiknya, serta memiliki karakter yang baik,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono, menyampaikan bahwa bansos pendidikan untuk peserta didik PAUD ini akan menjadi program rutin tahunan.

Penerima manfaat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, dengan bukti kepemilikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

“Pemkab Banyumas berkomitmen bagaimana memberikan suatu sentuhan, kepada semua siswa dari PAUD sampai SMP. Ini rutin karena ini sifatnya bansos,” ungkap Joko.

Namun, menurutnya, penerima bansos PAUD tidak diperkenankan menerima bantuan serupa lebih dari satu kali, agar distribusi manfaat bisa lebih merata bagi peserta didik PAUD lainnya di tahun berikutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan, saat ini terdapat 35.000 peserta didik PAUD di Kabupaten Banyumas, tersebar di 1.170 satuan pendidikan.

Selain bansos biaya personel, pemerintah juga menganggarkan bansos perlengkapan belajar senilai total Rp 55 juta untuk 414 anak.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang, yakni krayon dan 12 buku gambar senilai Rp 133.000 per anak.

Joko menambahkan bahwa Gebyar PAUD bukan sekadar seremoni, melainkan ruang strategis bagi anak-anak untuk mengekspresikan dan mengembangkan potensi afektif, kognitif, serta psikomotoriknya.

“Ini kita lakukan sebagai upaya penyiapan generasi bangsa ke depannya yang punya need of achievement yang tinggi juga soft skill yang tinggi. Ini bagian membangun iklim yang kompetitif,” pungkasnya.

Dengan dimulainya program bansos PAUD ini, Kabupaten Banyumas tidak hanya memelopori dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan usia dini di Jawa Tengah, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan manusia sejak tahap paling awal. (ads/stch)

Berita Sebelumnya
Gaji ke13 dan bansos

Pemerintah Cairkan Bansos Beras dan Kartu Sembako Plus Gaji ke-13 Juni 2025

Berita Selanjutnya
Teknologi jadi kendala besar ikd di kebumen

Identitas Kependudukan Digital di Kebumen Tembus Lima Besar Jateng, Aktivasi Terkendala Digitalisasi