BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara resmi menyerahkan bantuan 29 Rumah Tidak Layak Huni Baznas (RTLHB) dalam acara yang berlangsung di Ruang Joko Kaiman pada Kamis, 7 Mei.
Penyerahan bantuan ini bukan hanya sekadar ritual formalitas, tetapi juga merupakan simbol nyata dari kolaborasi yang erat antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Baznas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sadewo menekankan bahwa sinergi antara Pemkab Banyumas dan Baznas menjadi kekuatan yang signifikan untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata di tengah masyarakat.
Bupati Sadewo menyampaikan pentingnya peran Baznas yang tidak hanya terbatas pada fungsi keagamaan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan ekstrem.
“Kita harus bekerja sama. Saya mengajak seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa untuk bahu-membahu dalam menuntaskan masalah kemiskinan di daerah kita,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa dampak positif dari program-program sosial ini akan semakin terasa jika semakin banyak pihak yang berperan aktif dalam aksi sosial tersebut.
Ketua Baznas Banyumas, Khasanatul Mufidah, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pencapaian Baznas terkait program RTLHB.
Ia menjelaskan bahwa hingga Mei 2026, pihaknya telah berhasil menyelesaikan perbaikan 29 unit rumah warga.
Dari total tersebut, sebanyak tujuh unit di antaranya termasuk dalam kategori program benah rumah yang tidak memerlukan pembongkaran total.
Ini menunjukkan efisiensi dan efektivitas program yang dijalankan oleh Baznas selama ini.
Sejak tahun 2017 hingga saat ini, Baznas telah mencatatkan hasil yang luar biasa dengan menyelesaikan pembangunan total sebanyak 1.760 unit RTLH di wilayah Banyumas.
Khusus untuk tahun 2026, alokasi anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 25 juta per unit.
Anggaran ini dirancang untuk memastikan kualitas bangunan yang baik dan layak huni bagi penerima manfaat.
Total bantuan dana yang telah terserap untuk program perbaikan rumah ini secara keseluruhan menyentuh angka fantastis sebesar Rp 16 miliar.
Dengan besarnya anggaran tersebut, Baznas mampu membangun hunian yang memenuhi standar layak huni, termasuk kondisi akhir lantai yang sudah melalui proses pelesteran atau plur. (*/stch/dda)
















