Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penjualan Mobil Nasional Naik 15,8 Persen pada Semester I 2026

Penjualan Mobil Naik 15,8 PersenPenjualan Mobil Naik 15,8 Persen
RAMAI: Pameran otomotif terbesar di RI, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Industri otomotif Indonesia mencatatkan kinerja menggembirakan sepanjang semester pertama 2026.

Di tengah tantangan ekonomi global yang masih membayangi berbagai sektor, penjualan mobil di pasar domestik, ekspor kendaraan, hingga industri komponen berhasil menunjukkan pertumbuhan positif.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, mengatakan permintaan kendaraan di pasar domestik masih terjaga dengan baik.

Hal tersebut tercermin dari peningkatan penjualan mobil selama periode Januari hingga Juni 2026 yang mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru Gaikindo, penjualan mobil di pasar domestik mencapai 436.564 unit sepanjang semester pertama 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan semester pertama 2025 yang tercatat sebanyak 376.707 unit.

“Jadi angka ini tumbuh sekitar 15,8 persen,” kata Putu Juli Ardika dalam konferensi pers Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Peningkatan penjualan tersebut menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor masih relatif kuat meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil.

Pertumbuhan ini juga memperlihatkan optimisme konsumen terhadap pasar otomotif nasional.

Tidak hanya pasar domestik, sektor ekspor kendaraan buatan Indonesia juga mencatatkan performa yang positif.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total ekspor mobil mencapai 251.705 unit, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 233.648 unit.

Dengan capaian tersebut, ekspor mobil Indonesia mengalami pertumbuhan sekitar 7,7 persen secara tahunan.

“Kabar yang sama baiknya juga datang dari kinerja ekspor otomotif kita hingga Juni 2026. Total pengiriman mobil mencapai 251.705 unit. Dibandingkan periode sama tahun lalu, angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,7 persen,” ujar Putu.

Pertumbuhan ekspor menunjukkan bahwa kendaraan produksi Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Berbagai negara tujuan ekspor tetap memberikan kepercayaan terhadap kualitas kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.

Kinerja positif juga terjadi pada sektor industri komponen otomotif yang menjadi tulang punggung rantai pasok manufaktur kendaraan nasional.

Bahkan, pertumbuhan industri komponen menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Menurut data Gaikindo, pengiriman komponen otomotif ke berbagai negara meningkat hingga 112,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Total ekspor komponen mencapai 25.718.510 pieces, menjadi salah satu pencapaian terbaik industri otomotif nasional dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan yang jauh lebih tinggi berhasil dicapai oleh sektor komponen otomotif yang melonjak 112,9 persen. Ini prestasi yang luar biasa dengan total pengiriman lebih dari 25 juta pieces ke berbagai negara tujuan,” jelas Putu.

Selain penjualan dan ekspor, aktivitas produksi kendaraan di dalam negeri juga terus mengalami peningkatan.

Pada kuartal pertama 2026, produksi kendaraan roda empat nasional tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan produksi tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Kondisi ini sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek industri otomotif Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Putu menilai seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa industri otomotif nasional mampu bertahan dan berkembang meski menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak ringan.

“Ini adalah catatan yang sangat mengesankan. Pada kondisi ekonomi yang tidak mudah, industri otomotif kita tetap berhasil menunjukkan kinerja yang baik,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya penjualan domestik, pertumbuhan ekspor kendaraan, melonjaknya industri komponen, serta naiknya produksi kendaraan, sektor otomotif Indonesia diperkirakan masih memiliki peluang untuk terus tumbuh sepanjang 2026.

Momentum tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri manufaktur nasional, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan nilai ekspor Indonesia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
MPLS Fokus Bentuk Karakter dan Dunia Kerja

680 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMK Panca Bhakti Banjarnegara, Kenalkan Budaya Sekolah dan Industri

Berita Selanjutnya
FIFA Kaji Piala Dunia Diikuti 64 Negara

Gianni Infantino Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara Peserta