BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam upaya memperkuat sektor peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk meningkatkan populasi hewan ternak pada tahun ini.
Target yang dicanangkan adalah mencapai 9.640.403 ekor ternak, sebuah angka yang telah ditetapkan dalam rencana strategis jangka pendek daerah.
Sasaran ini mencakup berbagai jenis ternak mulai dari unggas, kambing atau domba hingga sapi dan kerbau, dengan dominasi terbesar masih dipegang oleh jenis unggas potong yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Slamet Sugino selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menegaskan bahwa target populasi ternak untuk tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya meskipun tidak terlalu signifikan.
“Target tahun 2025 sebanyak 9.075.397 ekor,” ungkap Slamet pada Senin (12/1).
“Tahun 2026 kita targetkan naik menjadi 9.640.403 ekor,” tambahnya.
Optimisme pemerintah daerah untuk mencapai target ini didukung oleh tingginya permintaan masyarakat akan daging baik dari unggas maupun ternak lainnya.
Dengan meningkatnya kebutuhan tersebut, diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor peternakan.
Untuk memastikan bahwa target tersebut tercapai, Dinas Pertanian berencana mengintensifkan berbagai inisiatif kesehatan hewan sebagai langkah pendukung.
Program-program yang dirancang meliputi vaksinasi rutin bagi hewan ternak, peningkatan kebersihan kandang serta sosialisasi dan pendampingan kepada para peternak agar mereka lebih teredukasi dalam mengelola usaha peternakan mereka.
“Upaya kesehatan hewan terus kami perkuat agar produktivitas ternak terjaga dan peternak bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Slamet sembari menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa upaya-upaya tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sektor peternakan di Cilacap.
Penting untuk dicatat bahwa sektor peternakan di Cilacap memiliki potensi besar untuk berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan daging di pasaran.
Unggas potong misalnya, menjadi salah satu komoditas paling dicari karena harganya yang relatif terjangkau dan ketersediaannya yang melimpah dibandingkan jenis daging lainnya seperti sapi atau kambing/domba.
Namun demikian tantangan tetap ada terutama dalam hal pengendalian penyakit ternak dan pemeliharaan lingkungan kandang yang bersih serta sehat.
Oleh karena itu kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para peternak sangat penting guna menciptakan sistem peternakan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap melalui berbagai programnya juga berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan teknologi modern dalam budidaya ternak agar hasil produksi bisa lebih optimal tanpa harus mengandalkan cara-cara tradisional semata.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan para pelaku usaha di bidang peternakan serta dukungan penuh dari masyarakat luas bukan tidak mungkin jika nantinya Cilacap dapat menjadi salah satu sentra produksi ternak unggulan di Indonesia khususnya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri akan produk-produk protein hewani berkualitas tinggi.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut maka diperlukan upaya nyata dalam bentuk investasi baik dari segi infrastruktur ataupun sumber daya manusia agar semua elemen pendukung industri ini bisa berjalan secara harmonis demi tercapainya tujuan utama yaitu swasembada pangan berbasis protein hewani. (jul/stch/dda)
















