Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Peternak Muda Kebumen Wujudkan Kolaborasi Melalui KTT Karangjati Bersinar

Komunitas peternak rumahan, bentuk ktt karangjati bersinarKomunitas peternak rumahan, bentuk ktt karangjati bersinar

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di Kelurahan Jatiluhur, Karanganyar, para peternak yang sebelumnya menjalankan usaha peternakan kecil secara mandiri kini mengambil langkah signifikan dengan membentuk Kelompok Tani Ternak (KTT) yang dinamai Karangjati Bersinar.

Inisiatif ini sepenuhnya lahir dari para peternak muda yang bertekad untuk mengembangkan sektor peternakan di wilayah mereka.

Langkah kolektif ini bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam dunia peternakan seperti modal, pakan, perawatan, hingga pemasaran. Dengan adanya kelompok ini, diharapkan akan tercipta sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan bagi semua anggotanya.

Ketua kelompok, Bambang Edi Purnomo, menyampaikan keyakinannya bahwa kerja sama dalam bentuk kelompok dapat mengubah hal kecil menjadi besar dan yang sulit menjadi mudah.

“Dalam dunia peternakan, dibutuhkan saling tukar pengalaman dan saling membantu satu sama lain. Ada yang memang pandai dalam perawatan namun minim pengetahuan pemasaran atau sebaliknya,” ujarnya pada Jumat (29/8).

Bambang menambahkan bahwa dengan berkelompok, kekuatan kolektif para anggotanya akan semakin meningkat.

KTT ini mencakup berbagai jenis peternakan seperti ayam, puyuh, kambing dan bahkan membuka peluang untuk mengembangkan bidang perikanan serta hortikultura.

“Saat ini yang lagi tren adalah integritas farming. Mewujudkan integritas farming sendiri tentu berat. Jika berkelompok hal itu akan semakin mudah terwujud,” tambahnya sambil didampingi oleh Wakil Ketua Muharom Adi Yuliarta.

Pembentukan kelompok ini tidak hanya menjadi wadah bagi para peternak untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat posisi tawar mereka di pasar.

Dengan adanya kelompok, para peternak muda di Kelurahan Jatiluhur memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas jaringan pemasaran mereka.

Sebagai kelompok yang baru terbentuk, Karangjati Bersinar menghadapi tantangan dalam memastikan kelangsungan dan keberlanjutan program-program yang telah direncanakan.

Namun semangat kebersamaan dan tekad kuat para anggotanya menjadi kunci utama dalam menjawab setiap tantangan yang ada.

Selain itu, dukungan dari pemerintah setempat maupun instansi terkait sangat diharapkan guna memfasilitasi pengembangan KTT ini.

Dukungan tersebut dapat berupa pelatihan teknis, penyediaan bibit unggul maupun akses terhadap teknologi pertanian modern.

Dalam jangka panjang, KTT Karangjati Bersinar bercita-cita menjadi contoh sukses pengembangan ekonomi lokal berbasis komunitas di sektor peternakan.

Melalui kerja keras dan kolaborasi erat antar anggota, kelompok ini optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Dengan visi jangka panjang tersebut, kelompok ini terus menggalang partisipasi aktif dari seluruh anggota serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak demi mencapai tujuan bersama.

Hal ini selaras dengan prinsip bahwa pertanian dan peternakan bukan hanya sebagai mata pencaharian tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, inisiatif seperti pembentukan KTT Karangjati Bersinar memainkan peran penting dalam mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional bahkan internasional.

Di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan serta pemanfaatan teknologi merupakan faktor krusial bagi keberhasilan usaha tani ternak saat ini.

Sebagai langkah awal menuju integritas farming yang komprehensif dan berkelanjutan, KTT Karangjati Bersinar menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus penguatan sistem distribusi produk hasil ternak mereka agar dapat menjangkau konsumen secara lebih luas dan efisien.

Melalui pendekatan terpadu antara inovasi teknologi pertanian modern dengan kearifan lokal masyarakat setempat diharapkan mampu menciptakan model bisnis pertanian inklusif sekaligus ramah lingkungan demi menjaga keseimbangan ekosistem alam sekitar.

Ke depan tantangan terbesar bukan saja bagaimana meningkatkan produktivitas tetapi juga menjaga kualitas produk agar tetap memenuhi standar mutu tinggi sesuai harapan konsumen masa kini.

Dengan demikian upaya kolaboratif seperti pembentukan KTT Karangjati Bersinar patut diapresiasi sekaligus didukung penuh oleh seluruh stakeholders terkait demi mewujudkan cita-cita bersama menuju masa depan pertanian Indonesia lebih baik berkualitas tinggi serta berdaya saing. (mam/stch)

Berita Sebelumnya
Desak gaji perangkat desa setara umr

PPDI Banyumas Desak Gaji Perangkat Desa Setara UMR Juga Usulkan Tambahan Gaji ke-13

Berita Selanjutnya
Transaksi ekspor umkm tembus rp 1,4 t

Transaksi Ekspor UMKM Tembus 1.4 Triliun Periode Januari-Juli 2025