Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rutan Kebumen Berikan Premi Digital bagi Warga Binaan, Dorong Produktivitas Lewat Program Cocomesh

Rutan Bagikan Premi Warga Binaan AktifRutan Bagikan Premi Warga Binaan Aktif
PREMI: Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kebumen menerima premi sebagai bentuk apresiasi atas hasil kerja mereka, Selasa (30/12).

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pada hari Selasa (30/12), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen melaksanakan inisiatif yang patut diapresiasi dengan membagikan premi kepada para Warga Binaan yang aktif terlibat dalam kegiatan pembinaan kemandirian, terutama pada program pembuatan cocomesh.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemenuhan hak Warga Binaan atas hasil jerih payah mereka selama mengikuti berbagai kegiatan produktif.

Kepala Rutan Kebumen, Pramu Sapta, menyatakan bahwa pemberian premi tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Pasal 9 undang-undang tersebut secara khusus mengatur hak Warga Binaan untuk menerima imbalan atas hasil kerja mereka.

“Premi ini adalah wujud penghargaan atas kerja keras dan kedisiplinan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan. Kami berharap langkah ini dapat memotivasi mereka untuk terus produktif dan berkontribusi positif selama menjalani masa pidana,” ungkap Pramu dengan penuh harap.

Doni, salah satu penerima premi yang aktif dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterimanya.

“Saya senang dan termotivasi untuk terus bekerja keras. Terima kasih kepada Kepala Rutan dan seluruh petugas yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar dan berkarya,” ujarnya dengan antusias.

Pemberian premi dilakukan dalam bentuk saldo uang elektronik melalui Brizzi, sebuah langkah inovatif yang tidak hanya menawarkan kenyamanan dan keamanan tetapi juga mempertegas komitmen Rutan Kebumen dalam menerapkan sistem pembinaan yang lebih modern dan transparan.

Sistem ini memungkinkan para Warga Binaan untuk merasakan pengalaman nyata menggunakan teknologi keuangan digital yang semakin berkembang pesat di masyarakat.

Langkah pemberian premi ini bukan hanya sekadar penghargaan tetapi juga bagian dari upaya strategis Rutan Kebumen dalam membangun sistem pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan peningkatan kualitas hidup para Warga Binaan.

Dengan dorongan moral seperti ini, diharapkan mereka akan termotivasi untuk tetap produktif serta mampu mengembangkan keterampilan baru yang berguna ketika kembali ke masyarakat.

Di masa mendatang, Rutan Kebumen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaannya serta memberikan apresiasi kepada Warga Binaan yang menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa dalam berbagai program kemandirian.

Hal ini sejalan dengan visi lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang tidak hanya menghukum tetapi juga mendidik serta mempersiapkan individu agar bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan dapat perlahan berubah menjadi pandangan positif sebagai lembaga yang berperan penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Pihak rutan pun berharap bahwa langkah-langkah progresif ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia dalam rangka menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif dan produktif bagi para penghuni.

Rangkaian program seperti pembuatan cocomesh ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat luas.

Cocomesh sendiri dikenal sebagai produk ramah lingkungan yang digunakan dalam upaya rehabilitasi lahan kritis dan pengendalian erosi.

Dengan demikian, keterlibatan aktif Warga Binaan dalam produksi cocomesh tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mereka tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan sekitar.

Kedepannya, inisiatif-inisiatif serupa diharapkan dapat terus berkembang dan memberi inspirasi bagi instansi lain untuk melakukan hal serupa demi tercapainya tujuan bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan berdaya saing tinggi. (mam/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Perbedaan PPPK membuat banyak calon pelamar mempertanyakan, PPPK Umum dan PPPK Paruh Waktu, mana yang lebih menguntungkan?

PPPK Umum vs PPPK Paruh Waktu: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Karier?

Berita Selanjutnya
Wisata Pantai Masih Jadi Primadona

Cilacap Sukses Gaet 47 Ribu Wisatawan di Libur Nataru 2025, Pantai Jetis Jadi Primadona