BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pembangunan Sekolah Rakyat Karangcegak di Kecamatan Sumbang kini memasuki babak baru setelah tahapan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) berhasil diselesaikan.
Proyek ini mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 200 miliar dari pemerintah pusat dan sudah mulai menjalankan tahap awal pengerjaan.
Sekretaris Kecamatan Sumbang, Sunadi, mengungkapkan bahwa dirinya turut serta dalam pertemuan virtual terkait pengurusan Amdal untuk proyek ini pada bulan lalu.
Dengan semua tahapan Amdal yang telah rampung, pembangunan sekolah rakyat tersebut dijadwalkan dimulai tahun 2026 ini.
“Sekarang masih pengurugan,” katanya kepada Banyumas Ekspres, Selasa (6/1).
Sekolah Rakyat Karangcegak direncanakan menjadi sekolah terpadu yang mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas, yaitu SD, SMP, dan SMA.
Tak hanya itu, fasilitas asrama juga disediakan bagi para peserta didik, menjadikannya sebagai pusat pendidikan yang komprehensif.
Sunadi optimistis dengan anggaran besar yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat, target penyelesaian pembangunan dapat tercapai dalam waktu satu tahun.
“Target tahun ini pembangunan selesai,” ungkapnya.
Mengenai asal-usul lahan pembangunan sekolah, Sunadi menjelaskan bahwa tanah yang digunakan adalah aset milik Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Lahan tersebut sebelumnya merupakan tanah kas Kelurahan Bancarkembar yang diperoleh melalui mekanisme tukar-menukar.
Lebih lanjut, Sunadi menambahkan bahwa masyarakat Kecamatan Sumbang dan sekitarnya menyambut positif kehadiran Sekolah Rakyat Karangcegak.
Kehadiran sekolah ini diharapkan tidak hanya menyediakan akses layanan pendidikan gratis yang lebih dekat bagi warga setempat, tetapi juga mampu menggeliatkan perekonomian desa sekitarnya.
“Sekolah rakyat dikhususkan bagi warga kurang mampu desil satu,” tambah Sunadi.
Proses pembangunan awal sudah berlangsung sejak pertengahan Desember 2025 lalu dengan aktivitas sejumlah alat berat di lahan sekitar lapangan Desa Karangcegak.
Optimisme terhadap proyek ini tak hanya berhenti pada aspek pendidikan semata.
Dampaknya diharapkan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat sekitar dengan peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Dengan adanya proyek ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Banyumas secara keseluruhan. (yda/dda)
















