BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Menjelang bulan suci Ramadan 1447H yang jatuh pada tahun 2026M, kehadiran semangat gotong royong sangat terasa di sudut-sudut Desa Sumbang.
Tanpa adanya seremonial atau aba-aba resmi, para pemuda yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Muda Sejahtera 04 telah bergerak lebih awal.
Dengan kuas dan cat di tangan, serta sapu dan ember air, mereka menunjukkan niat tulus untuk menyambut bulan suci ini dengan aksi nyata.
Ini bukan sekadar tentang penampilan fisik, tetapi lebih kepada makna mendalam dari kebersamaan dan kepedulian sosial.
Yudha Iman Primadi dari Banyumas melaporkan bahwa sepekan sebelum masuknya Ramadan, pemuda-pemuda ini memilih untuk memulai langkah mereka dari tempat ibadah.
Kegiatan pembersihan mushola menjadi pilihan utama mereka. Mushola-mushola yang selama ini mungkin terlihat kurang terawat kini mendapatkan perhatian khusus.
Dinding-dinding yang kusam dicat ulang, lantai-lantai yang kotor dibersihkan hingga kembali bersih dan rapi.
Hingga Minggu (15/2), tiga mushola selesai diperbaiki oleh tangan-tangan muda ini.
Ketua Karang Taruna Muda Sejahtera 04, Sidik Nur Rohkman, menjelaskan bahwa fokus pengecatan dilakukan di RT 6 RW 01.
“Alhamdulillah, terkejar tiga mushola,” ungkapnya dengan nada bahagia.
Bagi Sidik, kegiatan ini bukan hanya sekadar soal hasil yang dapat dilihat secara langsung, tetapi lebih kepada kehadiran mereka sebagai generasi muda dalam masyarakat.
Ia menegaskan bahwa peran pemuda tidak akan berhenti saat Ramadan tiba; dalam bulan-bulan lainnya pun, Karang Taruna tetap berkomitmen untuk membantu warga melalui berbagai kegiatan sosial.
Kegiatan tersebut berpijak pada dasar kepedulian tanpa adanya instruksi resmi atau harapan imbalan.
Menariknya, semua biaya pengecatan ini dihimpun dari donatur-donatur yang peduli terhadap kegiatan sosial di desa mereka.
Dukungan datang tidak hanya dari warga setempat tetapi juga dari masyarakat Sumbang yang merantau ke daerah lain.
Nilai dukungan ini bukan hanya diukur dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk silaturahmi yang terjalin erat meskipun jarak memisahkan. Ada rasa pulang yang terjaga meski berada jauh dari kampung halaman.
Sidik mengungkapkan bahwa masih ada beberapa rencana kegiatan menarik lainnya yang akan dilaksanakan menjelang Ramadan ini.
Di antaranya adalah santunan bagi anak yatim piatu dan janda, berbagi takjil selama bulan puasa, kuliah subuh hingga tarawih bersama masyarakat, serta takbir keliling saat Idul Fitri nanti.
Semua kegiatan tersebut sudah disusun rapi dalam sebuah jadwal agar tidak ada yang terlewatkan.
Rencana kegiatan berbagi takjil akan dilakukan minimal dua kali selama bulan Ramadan berlangsung. Santunan untuk anak yatim dan janda dijadwalkan pada tanggal 17 Ramadan.
Menjelang akhir puasa, tepatnya pada hari ke-27 bulan suci itu, Karang Taruna juga menyiapkan bazar sembako sebagai penutup rangkaian kegiatan sosial mereka.
Di Desa Sumbang, tradisi menyambut bulan Ramadan tak selalu ditandai dengan spanduk atau baliho besar yang mencolok mata.
Kadangkala cukup dengan dinding mushola yang kembali cerah berkat sentuhan cat baru, lantai yang bersih bersinar, dan niat baik yang dikerjakan secara bersama-sama oleh para pemuda setempat.
Pemuda-pemuda ini memilih untuk bekerja dalam sunyi tanpa banyak sorotan publik; mereka ingin memastikan kenyamanan ibadah hadir lebih dulu sebelum gema azan pertama Ramadan berkumandang.
Melalui aksi nyata seperti ini, Karang Taruna Muda Sejahtera 04 tidak hanya membantu membersihkan fisik tempat ibadah tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam komunitas Desa Sumbang. (yda/stch/dda)
















