BANYUMASEKSPRES.ID, Komitmen Bank DKI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal terus diwujudkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 yang dirancang khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
KUR Bank DKI menjadi bagian dari dukungan strategis terhadap inisiatif pemerintah yang bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Dengan suku bunga kompetitif sebesar 6 persen, pinjaman KUR Bank DKI ditawarkan mulai dari nominal Rp1 juta hingga mencapai Rp500 juta.
Khusus untuk UMKM yang membutuhkan pembiayaan dalam skala lebih kecil, tersedia plafon pinjaman sebesar Rp10 juta dengan cicilan yang sangat ringan, mulai dari Rp179.687 per bulan.
Pada prinsipnya, detail simulasi cicilan KUR Bank DKI tahun 2025 menunjukkan fleksibilitas tenor hingga 60 bulan atau lima tahun.
Misalnya, untuk pinjaman sebesar Rp10 juta, angsuran per bulan dapat disesuaikan dari Rp846.937 untuk jangka waktu 12 bulan, hingga Rp179.687 untuk tenor lima tahun.
Sementara itu, pinjaman dengan plafon Rp50 juta memiliki angsuran mulai dari Rp4.303.321 untuk satu tahun hingga Rp966.640 per bulan jika diangsur selama lima tahun.
Adapun untuk pinjaman tertinggi dalam kategori ini, yaitu Rp100 juta, cicilan bulanannya bisa mencapai Rp1.933.280 dengan tenor lima tahun.
Kemudahan cicilan KUR Bank DKI menjadi daya tarik utama bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha tanpa tekanan finansial berlebihan. Skema bunga yang rendah dan jangka waktu fleksibel memungkinkan perencanaan arus kas lebih stabil bagi para pelaku usaha.

Dilansir laman resmi Bank DKI, pengajuan KUR tahun 2025 terbuka bagi individu maupun usaha berbentuk badan, selama memiliki rekam jejak pembiayaan yang baik dan lokasi usaha berada dalam radius sekitar 10 km dari kantor cabang atau kantor layanan Bank DKI.
Kriteria lainnya mencakup lamanya usaha berjalan minimal dua tahun serta kepemilikan tempat usaha atau domisili yang jelas.
Untuk bisa mengakses pinjaman ini, calon debitur wajib memenuhi persyaratan administratif seperti fotocopy KTP suami dan istri, Kartu Keluarga, surat nikah atau cerai, NPWP, pasfoto, serta surat izin atau keterangan usaha dari pihak berwenang.
Bank DKI juga mensyaratkan adanya bukti riwayat pembiayaan selama enam bulan terakhir, sebagai bahan pertimbangan dalam proses persetujuan pinjaman.
Pinjaman KUR ini dapat diajukan dengan mudah secara online. Calon debitur hanya perlu mengunjungi laman resmi KUR Bank DKI, lalu mengisi e-form yang mencakup data permohonan, data pribadi, hingga pernyataan persetujuan.
Setelah mengisi seluruh kolom dengan benar, pemohon dapat mencetak formulir permohonan dalam bentuk PDF dan membawanya ke kantor Bank DKI yang ditentukan.
Dengan skema cicilan ringan dan bunga rendah, KUR Bank DKI 2025 menjadi peluang bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya tanpa merasa bimbang terkait ketersediaan modal dana. (fam)
















